Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Menkes Bagikan Tiga Indikator Kabut Asap: Kapan Cukup di Rumah, Kapan Harus ke Puskesmas atau IGD

Menkes Bagikan Tiga Indikator Kabut Asap: Kapan Cukup di Rumah, Kapan Harus ke Puskesmas atau IGD

JAKARTA — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi dan menimbulkan kabut asap pekat yang bisa memicu gangguan kesehatan masyarakat. Mengingat risikonya cukup tinggi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagikan panduan praktis untuk membantu masyarakat menentukan penanganan yang tepat saat terpapar kabut asap.

Panduan itu disampaikan Budi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya dan dikutip Minggu (25/10/2026). Ia membagikan tiga indikator warna — Hijau, Kuning, dan Merah — agar masyarakat tahu kapan masih bisa memulihkan diri di rumah, dan kapan sudah harus datang ke Puskesmas atau IGD rumah sakit.

“Kalau kalian sudah mulai batuk-batuk, kalian mesti tahu kapan masih tetap di rumah, kapan sudah harus datang ke Puskesmas atau IGD rumah sakit,” ujar Budi. Pesan itu menekankan pentingnya respons cepat dan tepat berdasarkan tingkat keparahan gejala yang dirasakan, bukan menunggu sampai kondisi memburuk.

Indikator pertama adalah hijau, yang berarti seseorang masih bisa melakukan pemulihan secara mandiri di rumah. Fase ini berlaku saat paparan asap mulai memicu keluhan ringan, seperti tenggorokan gatal dan batuk-batuk kecil. Masyarakat diimbau fokus pada pemulihan mandiri tanpa perlu terburu-buru ke fasilitas kesehatan.

Sebaliknya, bila keluhan semakin berat atau tidak membaik, indikator berikutnya mengarahkan warga untuk mencari pertolongan medis. Pada tahap yang lebih serius, Puskesmas menjadi tujuan pertama, sementara kondisi gawat darurat diarahkan ke IGD rumah sakit. Pembagian ini penting agar fasilitas kesehatan tidak dipadati kasus ringan, tetapi kasus berat juga tidak terlambat ditangani.

Panduan ini relevan karena kabut asap karhutla tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menyerang saluran pernapasan. Kelompok yang paling rentan antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma atau penyakit paru. Bagi mereka, kepekaan terhadap sinyal tubuh menjadi jauh lebih penting.

Selain mengenali gejala, masyarakat di wilayah terdampak asap juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menggunakan masker yang memadai, dan menjaga asupan cairan. Bila batuk, sesak, atau keluhan lain terus memburuk, jangan menunda untuk memeriksakan diri.

Dengan tiga indikator warna ini, Menkes berharap masyarakat tidak lagi bingung menentukan langkah: keluhan ringan cukup dipulihkan di rumah, keluhan yang memburuk segera dibawa ke Puskesmas, dan kondisi gawat darurat langsung ke IGD.

Sumber: Okezone — https://women.okezone.com/read/2026/10/25/482/3250087/menkes-budi-ungkap-3-indikator-gejala-akibat-kabut-asap-karhutla-ini-penanganannya

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *