PANGANDARAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran terus mengintensifkan penyaluran air bersih gratis bagi warga yang terdampak kekeringan. Hingga Minggu (25/10/2026), tercatat 13.073 kepala keluarga atau 38.296 jiwa di 49 desa yang tersebar di 10 kecamatan mengalami krisis air bersih.
Penyebabnya adalah musim kemarau panjang yang diperparah fenomena perubahan iklim dan dampak El Nino. Ratusan sumur milik warga mengering total, sehingga warga kesulitan mencari sumber mata air untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, menyebut cakupan wilayah kekeringan semakin meluas karena penyusutan sumur warga yang drastis.
Bagaimana penyaluran itu dijalankan? BPBD bekerja sama dengan Tagana, PMI, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Pengiriman air dilakukan secara maraton, mulai pagi, siang, hingga malam hari, ke berbagai pelosok secara gratis. Sampai saat ini, total air yang telah didistribusikan mencapai 4.020.000 liter atau setara dengan 264 tangki.
Mengapa distribusi maraton itu diperlukan? Karena sumur-sumur warga kering kerontang, pasokan dari luar menjadi satu-satunya sandaran bagi puluhan ribu jiwa di pelosok perkampungan. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban warga sampai kondisi sumber air membaik.
BPBD Pangandaran menyatakan penyaluran akan terus dilakukan selama krisis air bersih masih melanda wilayah tersebut, dengan menggandeng berbagai instansi agar tidak ada desa terdampak yang terlewat.
Foto: Dok. Tagana Pangandaran. Sumber: Media Indonesia — https://mediaindonesia.com/nusantara/948430/krisis-air-bersih-pangandaran-bpbd-pasok-4-juta-liter-air-untuk-38296-jiwa


