Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Kenali 13 Dampak Terlalu Banyak Makan Daging Kambing bagi Kesehatan

Kenali 13 Dampak Terlalu Banyak Makan Daging Kambing bagi Kesehatan

JAKARTA — Daging kambing memang kaya protein, zat besi, zinc, dan vitamin B12, tetapi konsumsi berlebihan bisa membawa sejumlah dampak bagi kesehatan. Artikel kesehatan Media Indonesia yang merujuk pada sumber rumah sakit merangkum 13 dampak yang perlu diwaspadai, terutama bila daging kambing menjadi menu yang terlalu dominan dan diolah dengan banyak lemak.

Foto: Media Indonesia.

Apa saja dampak yang paling sering dibahas? Pertama, kandungan kolesterol dan lemak jenuh yang bervariasi menurut potongan dan cara masak. Bila disertai asupan lemak jenuh tinggi dari makanan lain, pengendalian kadar kolesterol darah bisa makin sulit, dan dalam jangka panjang pola makan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL serta risiko penyakit kardiovaskular.

Bagaimana dengan berat badan dan pencernaan? Potongan berlemak dan olahan bersantan atau berminyak menambah asupan kalori harian. Bila kalori yang masuk konsisten melebihi kebutuhan tubuh, berat badan bisa meningkat. Porsi besar juga bisa membuat sebagian orang merasa begah, kembung, atau mengalami gangguan pencernaan, terutama bila daging dimasak dengan banyak minyak.

Apa lagi yang perlu diperhatikan? Daging kambing mengandung purin yang diuraikan tubuh menjadi asam urat, sehingga beban purin meningkat pada orang dengan kadar asam urat tinggi atau riwayat gout. Hidangan seperti gulai dan tongseng yang banyak garam dapat menambah asupan natrium, yang berkaitan dengan tekanan darah dan risiko penyakit jantung serta stroke.

Bagaimana dengan risiko jangka panjang? Daging kambing termasuk daging merah. Konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi secara rutin dikaitkan dalam sejumlah penelitian dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, dengan catatan risiko juga dipengaruhi cara memasak, pola makan keseluruhan, dan gaya hidup. Memasak pada suhu sangat tinggi hingga gosong juga dapat menghasilkan senyawa yang sebaiknya dikurangi, seperti amina heterosiklik dan hidrokarbon aromatik polisiklik.

Apa kuncinya? Kuncinya adalah porsi dan variasi. Bila daging kambing terlalu mendominasi menu, asupan sayur, buah, kacang-kacangan, dan serat bisa berkurang. Daging yang tidak disimpan atau dimasak dengan benar juga berisiko terkontaminasi mikroorganisme penyebab penyakit bawaan makanan — risiko yang berkaitan dengan penanganan, bukan dengan daging itu sendiri. Mengatur porsi, memilih potongan yang tidak terlalu berlemak, dan mengimbanginya dengan sayur serta aktivitas fisik adalah cara paling realistis untuk tetap menikmati daging kambing tanpa mengorbankan kesehatan.

Sumber: Media Indonesia, merujuk Siloam Hospitals dan Ciputra Hospital. Baca artikel asli di sini.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *