JAKARTA — Anggota Komisi VI DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau I Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, mengapresiasi Polda Riau dan jajarannya yang mengungkap dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ia sekaligus mendesak aparat mengusut tuntas jaringan mafia BBM bersubsidi itu hingga ke pemasok dan penadahnya.
Foto: Sindonews.
Apa yang diapresiasi? Dalam sepekan terakhir, Polda Riau menangkap puluhan orang terkait dugaan penyelewengan BBM bersubsidi. Bagi Dewi, pengungkapan itu patut diapresiasi, tetapi tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan saja.
Mengapa harus diusut hingga bandar? Menurut Dewi, penyelewengan BBM bersubsidi bekerja dalam jaringan: ada pemasok dan ada penadah yang menampung. Bila penindakan hanya menyentuh pelaku lapangan, jaringan itu bisa kembali berjalan dengan pemain baru. Karena itu ia meminta Polda Riau mengusut tuntas hingga ke pemasok dan penadah, agar tidak ada lagi pihak yang merasa kebal.
Siapa yang bersuara? Dewi Juliani adalah anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, kawasan industri, dan BUMN, dari Dapil Riau I. Desakannya disampaikan menyusul penangkapan puluhan pelaku oleh Polda Riau dalam sepekan terakhir, sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional pada Minggu (25/10/2026).
Apa langkah berikutnya? Desakan ini menempatkan bola di tangan penegak hukum: publik menanti apakah penyidikan Polda Riau benar-benar merambat ke pemasok dan penadah, bukan berhenti pada puluhan pelaku yang sudah ditangkap. Pengawasan dari DPR dan publik menjadi penentu agar kasus ini tidak menguap setelah ramai di awal.
Sumber: Sindonews, juga diberitakan Okezone dan JPNN. Baca artikel asli di sini.


