Sebuah bus layanan oksigen gratis berkeliling di Kota Palangka Raya untuk membantu warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bus yang dilengkapi tabung oksigen dan tenaga medis itu mendatangi warga yang kesulitan bernapas di tengah memburuknya kualitas udara.
Di dalam bus, warga tampak menerima bantuan oksigen, antara lain melalui selang oksigen hidung dan tabung oksigen. Spanduk di badan bus bertuliskan “MOBIL OKSIGEN GRATIS”, menandakan layanan ini diberikan tanpa biaya bagi warga yang membutuhkan.
Mengapa layanan oksigen keliling ini dibutuhkan? Karena kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra dilaporkan mencapai indeks 1.000, jauh di atas ambang 300 untuk kategori berbahaya. Pada kondisi seperti itu, warga yang terpapar asap karhutla, terutama yang memiliki gangguan pernapasan, lebih mudah mengalami sesak napas dan membutuhkan bantuan oksigen segera.
Bus oksigen hadir sebagai bantuan darurat yang mendekatkan layanan pernapasan kepada warga, tanpa harus menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Kehadiran tenaga medis di dalam bus memungkinkan warga yang sesak napas langsung mendapatkan penanganan awal di tempat.
Layanan keliling semacam ini menjadi salah satu bentuk bantuan langsung bagi warga yang paling merasakan dampak kabut asap karhutla. Bagi warga yang mengalami sesak napas, bantuan oksigen yang cepat dapat mencegah kondisi memburuk sebelum mendapatkan perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Di tengah karhutla yang masih membayangi sejumlah wilayah, keberadaan bus oksigen gratis di Palangka Raya menunjukkan pentingnya respons cepat yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Layanan ini melengkapi upaya penanganan karhutla yang lebih luas, dengan memastikan warga yang kesulitan bernapas tidak dibiarkan tanpa pertolongan.


