JAKARTA — Melalui Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (Yayasan Astra – YPA MDR), Astra mengantarkan lima tim sekolah binaan ke final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional 2026 yang digelar Puspresnas Kemendikdasmen. Dari lima tim tersebut, empat tim berhasil meraih medali: satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
FIKSI merupakan kompetisi tingkat nasional bagi siswa SMA dan SMK untuk mengembangkan kreativitas. Ajang ini mendorong siswa mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus mengasah keterampilan berwirausaha.
Medali emas diraih Carli Mayos Talan dan Gabriella Gwuen Radjah dari SMKN 1 Pandawai, Nusa Tenggara Timur, lewat karya Net Green pada kategori Rencana Usaha bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman. Net Green adalah jaring penangkap ikan yang diwarnai alami dengan daun jati, dirancang menyamar di dalam air sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan nelayan.
Dua medali perak diraih Reno Hartanto Sudiwo dan Afinsa Oktafiani dari SMKN 1 Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, lewat Biomolic pada kategori Rencana Usaha, serta Claudensius Bangun Syahputra dan Ferdi Ahmad Farobbi dari SMKN 1 Pandak, D.I. Yogyakarta, lewat Bionusa Grow pada kategori Pengembangan Usaha. Keduanya berlaga di bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman. Biomolic digambarkan sebagai cairan dari limbah rumah tangga yang berfungsi sebagai pupuk dan pestisida alami.
Medali perunggu diraih Febby Nisitrince Panggulili dan Jevincha Meiland De Queljoe dari SMKN 11 Seram Bagian Barat, Maluku, lewat Sasagu pada kategori Rencana Usaha bidang Kesehatan, Kecantikan, dan Perawatan Diri. Sasagu mengolah limbah sagu menjadi briket penyerap bau dan kelembapan untuk sepatu, tas, dan helm.
Tim finalis lainnya, Liana Christine Tamelan dan Nova Aranci Mbate dari SMAN 1 Rote Barat, Nusa Tenggara Timur, memperkenalkan Spiduks, spidol berbahan daun kusambi, pada kategori Rencana Usaha bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman. Produk ini dikembangkan sebagai pemanfaatan bahan lokal untuk menghadapi kendala distribusi logistik di Rote Ndao.
Ketua Pengurus Yayasan Astra – YPA MDR, Gunawan Salim, menyampaikan kebanggaannya atas semangat dan keberanian para siswa mengembangkan gagasan kreatif hingga meraih prestasi nasional. Menurutnya, di balik pencapaian itu ada proses belajar, kerja keras, serta dukungan guru dan pembimbing yang terus mendampingi. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa untuk terus berinovasi, percaya pada kemampuan diri, dan kelak menciptakan peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sumber: JPNN. Baca berita aslinya di sini: Bangga, Empat Tim Sekolah Binaan Astra Meraih Prestasi di FIKSI Nasional 2026.


