Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Minggu (8/11/2026). Erupsi tersebut terjadi dengan melontarkan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl). Semeru erupsi ini menjadi pengingat bahwa gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih aktif dan berstatus Siaga.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu erupsi Gunung Semeru itu bergerak condong ke arah barat daya serta barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi sekitar 1 menit 43 detik.
Semeru Erupsi dan Status Siaga Level III
Selain itu, tercatat hingga saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di wilayah tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Imbauan ini penting untuk menjaga keselamatan warga dari ancaman awan panas dan guguran lava.
PVMBG juga mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya perluasan awan panas dan aliran lahar. Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Gunung Semeru merupakan gunung berapi aktif yang secara berkala mengalami erupsi. Letusan kali ini dengan kolom abu setinggi 500 meter menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. Masyarakat di sekitar lereng Semeru, khususnya di Kabupaten Lumajang dan Malang, diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari PVMBG serta pemerintah daerah setempat.
PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Semeru melalui peralatan pemantau yang terpasang di sekitar gunung. Perkembangan aktivitas vulkanik akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat. Warga yang tinggal di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru diminta untuk mewaspadai potensi lahar, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan puncak.
Baca juga: Karhutla Papua Selatan Terluas, 1.430 Hektare Terbakar
Baca juga: Karhutla Papua Selatan Terluas, 1.430 Hektare Terbakar
Apa poin penting dari berita ini?
- Semeru erupsi pada Minggu 8 November 2026 dengan kolom abu setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.
- Kolom abu bergerak condong ke arah barat daya dan barat, dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi sekitar 1 menit 43 detik.
- Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga, dan warga dilarang beraktivitas di tenggara Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
- PVMBG mengingatkan warga agar tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena rawan awan panas dan lahar.
- Potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.

