Sunday, 8 November 2026
Kesehatan

Kretek Leher Bisa Picu Stroke, Kenali Risikonya

Ilustrasi seseorang memegang leher yang pegal, kebiasaan kretek leher yang dikaitkan dengan risiko stroke

Kebiasaan kretek leher sering dilakukan ketika tubuh terasa pegal dan kaku, terutama setelah terlalu lama duduk bekerja atau menatap layar ponsel. Sensasi bunyi saat leher diputar terkadang memberikan rasa lega dan membuat otot terasa lebih rileks. Namun, kebiasaan ini juga kerap dikaitkan dengan risiko cedera pembuluh darah hingga stroke, bahkan beberapa kasus stroke pada orang berusia muda dilaporkan berkaitan dengan manipulasi leher yang dilakukan secara tiba-tiba.

Lantas, benarkah kretek leher bisa memicu stroke? Kretek leher merupakan aktivitas menggerakkan atau memutar leher hingga menghasilkan bunyi tertentu. Bunyi tersebut umumnya berasal dari perubahan tekanan dan terbentuknya gelembung gas di dalam cairan sendi, bukan karena tulang leher yang bergesekan atau patah. Meski demikian, gerakan leher yang tiba-tiba tetap dapat memberi tekanan pada pembuluh darah di sekitar leher.

Kretek Leher dan Risiko Robekan Pembuluh Darah

Sebagian penelitian menemukan adanya hubungan antara manipulasi leher dengan cedera pembuluh darah, sementara penelitian lain menunjukkan hasil yang belum konklusif. American Heart Association juga menjelaskan bahwa robekan pembuluh darah di leher dapat terjadi tanpa benturan besar. Gerakan leher yang tiba-tiba atau tekanan mekanis tertentu diduga dapat berperan pada sebagian kasus.

Artinya, bukan berarti setiap orang yang membunyikan leher akan mengalami stroke. Namun, kebiasaan memutar atau menarik leher secara paksa sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan cedera. Kretek leher yang dilakukan berulang dan dengan gerakan kasar meningkatkan risiko dibanding gerakan ringan yang tidak disengaja.

Robekan pada pembuluh darah leher terkadang tidak langsung menunjukkan gejala yang jelas. Beberapa keluhan bahkan dapat menyerupai sakit kepala atau nyeri otot biasa. Tanda yang perlu diperhatikan antara lain nyeri leher atau kepala mendadak yang terasa berbeda dari sakit kepala biasa, pusing atau vertigo, pandangan mendadak kabur atau melihat ganda, kesulitan berjalan atau kehilangan keseimbangan, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, serta salah satu sisi wajah, lengan, atau kaki yang mendadak terasa lemah atau mati rasa.

Jika mengalami gejala seperti gangguan bicara, kelemahan satu sisi tubuh, atau gangguan penglihatan mendadak, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu gejala menghilang dengan sendirinya, karena penanganan cepat sangat menentukan peluang pemulihan pada kasus stroke.

Baca juga: Kasus Campak AS Tembus 5.164 pada 2026

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kretek leher adalah kebiasaan membunyikan leher yang bunyinya berasal dari gelembung gas di cairan sendi, bukan tulang patah.
  • Kretek leher dikaitkan dengan risiko robekan pembuluh darah leher hingga stroke, meski bukti penelitiannya belum sepenuhnya konklusif.
  • American Heart Association menyebut robekan pembuluh darah leher bisa terjadi tanpa benturan besar.
  • Waspadai nyeri mendadak, pusing, gangguan penglihatan, bicara, dan kelemahan satu sisi tubuh, lalu segera cari pertolongan medis darurat.
Redaksi Aceh Sahoe

Redaksi Aceh Sahoe

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *