Dokter penyakit dalam subspesialis konsultan penyakit lambung dan pencernaan Prof. Dr. Fahrial Syam menyarankan pasien yang kerap mengalami penyakit asam lambung untuk berkonsultasi ke dokter, khususnya dokter konsultan penyakit lambung dan pencernaan, guna mengendalikan GERD. Saran itu disampaikan dalam wawancara di Jakarta pada Selasa, 3 November 2026, menyusul banyaknya pasien yang menangani keluhannya sendiri tanpa pendampingan medis yang tepat.
GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik berulang ke kerongkongan dan menimbulkan keluhan yang mengganggu. Prof. Fahrial menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala berat, seperti muntah hebat hingga muntah darah, buang air besar berwarna hitam, penurunan berat badan, hingga pucat karena kekurangan zat besi. Gejala-gejala itu bisa menandakan perdarahan tersembunyi yang hanya bisa dibuktikan lewat pemeriksaan laboratorium, sehingga pasien harus segera ke rumah sakit.
Apabila tidak ditangani dengan baik, GERD dapat mengganggu kualitas hidup secara luas. Asam lambung yang naik hingga ke saluran napas bahkan bisa mencapai paru-paru. Gangguan ini juga dapat memengaruhi kehidupan sosial, termasuk aktivitas dan pekerjaan sehari-hari. Karena itu, berobat dengan benar dan teratur mengikuti anjuran dokter menjadi langkah utama, bukan sekadar meredakan gejala sesaat.
Selain pengobatan, perubahan gaya hidup memegang peran penting. Prof. Fahrial menganjurkan tidur cukup, mengendalikan stres, serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman pemicu seperti cokelat, keju, makanan atau minuman asam, dan makanan pedas. Pasien juga dianjurkan tidak merokok, tidak minum alkohol, dan rutin berolahraga atau latihan kebugaran. Untuk mengelola stres, ia menyarankan berdoa atau beribadah, meditasi untuk mengendalikan diri, serta dukungan dari rekan atau keluarga terdekat.
Satu pesan penting lainnya adalah tetap tenang saat keluhan kambuh. Prof. Fahrial kerap menemukan pasien GERD yang terburu-buru masuk instalasi gawat darurat atau klinik untuk mendapatkan suntikan obat penurun asam lambung karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkan. Padahal, kondisi tenang justru membantu mengurangi serangan GERD. Sebagian pasien GERD juga mengalami kecemasan, bahkan gangguan panik, sehingga ketenangan dan pendampingan menjadi bagian dari penanganan.
Intinya, masalah lambung yang berulang bukan keluhan sepele yang cukup diatasi dengan obat warung sesaat. Konsultasi ke ahli memastikan penyebabnya teridentifikasi, gejala berat tertangani sejak dini, dan pola hidup diperbaiki secara menyeluruh. Dengan pengobatan teratur dan gaya hidup sehat, pasien GERD berkesempatan mengendalikan keluhannya dan menjaga kualitas hidupnya tetap baik.
Apa poin penting dari berita ini?
- Prof. Dr. Fahrial Syam menyarankan pasien asam lambung berkonsultasi ke dokter konsultan lambung dan pencernaan.
- Gejala berat seperti muntah darah dan buang air besar hitam harus segera dibawa ke rumah sakit.
- GERD yang tidak ditangani dapat mengganggu kualitas hidup, aktivitas, dan pekerjaan.
- Penanganan meliputi berobat teratur, tidur cukup, kendalikan stres, dan kurangi makanan pemicu.
- Pasien dianjurkan tidak merokok, tidak minum alkohol, dan rutin berolahraga.
- Tetap tenang saat keluhan kambuh membantu mengurangi serangan GERD.


