Pusat Antariksa Johnson milik NASA di Houston, Texas, genap berusia 65 tahun pada 1 November 2026. Selama enam setengah dekade, pusat yang bermula dari sebuah visi berani tentang penerbangan antariksa berawak itu telah mengawal perjalanan manusia dari Proyek Mercury hingga program Artemis yang membawa manusia kembali ke Bulan.
Kisah pusat ini bermula pada 25 Mei 1961, ketika Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy berpidato di hadapan sidang gabungan Kongres dan berkomitmen mendaratkan manusia di Bulan lalu memulangkannya dengan selamat sebelum akhir dekade itu. Saat itu, Space Task Group NASA yang menangani program penerbangan antariksa berawak sudah mengerjakan Proyek Mercury untuk menempatkan astronaut di orbit Bumi, tetapi tugas pendaratan di Bulan membuat kelompok itu segera melampaui kapasitas fasilitasnya di Langley Research Center, Hampton, Virginia.
NASA pun memutuskan membutuhkan pusat lapangan khusus untuk penerbangan antariksa berawak. Setelah menilai sejumlah lokasi di seluruh negeri, pada 19 September 1961 NASA mengumumkan pusat baru bernama Manned Spacecraft Center akan dibangun di dekat Houston, Texas. Pusat itu resmi berdiri pada 1 November 1961, dan konstruksi dimulai pada 1962. Pada 1973, namanya resmi menjadi Lyndon B. Johnson Space Center, untuk menghormati Presiden Lyndon B. Johnson.
Awalnya, para pegawai bekerja di 13 gedung sewa di Houston tenggara selagi konstruksi berlangsung di lokasi Clear Lake. Fase desain memakan waktu enam bulan dan pembangunan gedung pertama memakan waktu 18 bulan, dengan pegawai pertama pindah ke lokasi baru pada akhir 1963. Seiring dekade berganti, jumlah gedung terus bertambah mengikuti tuntutan program-program penerbangan antariksa yang baru.
Sejumlah gedung itu kini menjadi bagian dari sejarah keantariksaan. Gedung Manajemen Proyek yang berlantai sembilan mulai dibangun pada 5 Desember 1962 dan selesai pada 15 Maret 1964; direktur pertama pusat itu, Robert Gilruth, menempati kantornya di lantai teratas pada 5 Maret 1964. Gedung 5, fasilitas simulasi dan pelatihan misi, selesai pada April 1965 dan mulai mendukung misi sejak Gemini IV pada Juni 1965, dengan simulator pesawat Gemini, modul komando Apollo, hingga pelatih komponen Skylab yang dipakai seluruh sembilan astronaut Skylab.
Gedung 9 menjadi tempat latihan mockup pesawat antariksa. Sebagian gedung itu diubah pada April 1969 menjadi tiruan permukaan Bulan lengkap dengan mockup Modul Bulan yang dipakai astronaut Apollo 11 berlatih. Para astronaut dari seluruh 135 misi pesawat ulang-alik kemudian memakai mockup di gedung tersebut untuk berlatih. Sementara itu, Gedung 37 atau Laboratorium Penerimaan Bulan dibangun untuk mencegah kontaminasi balik dari kemungkinan mikroorganisme Bulan; astronaut Apollo 11, 12, dan 14 menjalani karantina tiga pekan pascapenerbangan di sana, dan para ilmuwan meneliti sampel Bulan yang dibawa pulang semua misi Apollo di laboratorium gedung itu.
Latihan berjalan di luar angkasa pun lahir di Johnson. Penggunaan daya apung netral untuk latihan berjalan antariksa dimulai pada misi Gemini XII tahun 1966. Pada 1967, pekerja memasang kolam bundar di atas tanah bernama Water Immersion Facility untuk latihan astronaut yang mendukung Apollo dan pelatihan pra-pesawat ulang-alik. Latihan kemudian pindah ke fasilitas yang lebih besar pada 1980, dan sejak 1997 berlangsung di Neutral Buoyancy Laboratory, yang masih dipakai untuk latihan stasiun antariksa sekaligus pengujian pakaian antariksa masa depan.
Jantung pusat ini adalah Mission Control Center di Gedung 30. Konstruksinya dimulai Juni 1963 dan selesai November 1964, dengan komputer waktu nyata dipasang April 1964. Pada Januari 1965, pusat itu memantau misi Gemini 2 tanpa awak dan Gemini 3 berawak dalam mode pendampingan penerbangan, dan pada Juni 1965 Houston memegang kendali penuh atas Gemini IV. Sejak saat itu, Houston mengendalikan setiap misi penerbangan antariksa berawak NASA. Pada 4 April 2011, gedung itu dinamai ulang menjadi Christopher C. Kraft, Jr. Mission Control Center, menghormati sosok pencipta konsep pengendalian penerbangan berawak yang masih dipakai hingga kini.
Kini, Johnson menjadi Pusat Keunggulan NASA untuk Penerbangan Antariksa Berawak. Pusat ini menjadi rumah bagi korps astronaut Amerika, Mission Control Center, dan tim-tim di balik berbagai pencapaian besar manusia di antariksa. Houston juga menjadi rumah bagi Program Orbit Rendah Bumi NASA yang mencakup operasi Stasiun Antariksa Internasional serta kemitraan komersial, sementara Program Moon Base dan Program Orion menangani misi melampaui orbit rendah Bumi. Direktorat Kesehatan dan Kinerja Manusia beserta Program Penelitian Manusia bekerja melindungi kesehatan dan kinerja awak selagi misi meluas makin jauh dari Bumi.
Dari gedung sewa hingga kendali misi Artemis, perjalanan 65 tahun Johnson menunjukkan bagaimana sebuah pusat yang dibangun untuk satu perlombaan ke Bulan berubah menjadi markas permanen umat manusia dalam menjelajahi antariksa.
Apa poin penting dari berita ini?
- Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston genap berusia 65 tahun pada 1 November 2026, setelah resmi berdiri sebagai Manned Spacecraft Center pada 1 November 1961.
- Pendirian pusat ini dipicu pidato Presiden John F. Kennedy pada 25 Mei 1961 yang menargetkan pendaratan manusia di Bulan, dan lokasinya diumumkan NASA pada 19 September 1961.
- Gedung-gedung bersejarahnya meliputi Mission Control Center di Gedung 30, fasilitas simulasi Gedung 5, mockup pesawat di Gedung 9, dan Laboratorium Penerimaan Bulan di Gedung 37.
- Houston memegang kendali penuh misi berawak NASA sejak Gemini IV pada Juni 1965, dan Mission Control Center kini mendukung stasiun antariksa serta misi Artemis.
- Saat ini Johnson menaungi korps astronaut Amerika, operasi Stasiun Antariksa Internasional, Program Moon Base dan Orion, serta riset kesehatan awak.


