Monday, 2 November 2026
Pendidikan

595 Siswa Sekolah Rakyat se-NTB Ikuti MPLS di Lombok Utara, Dibuka Gubernur Iqbal

Gubernur NTB bersama anak-anak dan orang tua pada pembukaan MPLS Sekolah Rakyat di Lombok Utara

Sebanyak 595 siswa Sekolah Rakyat dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkumpul di Kabupaten Lombok Utara untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan yang dibuka pada Senin, 2 November 2026 itu menjadi awal perjalanan baru bagi ratusan siswa dalam menempuh pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

MPLS tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Kehadiran gubernur dalam pembukaan ini menandai dukungan pemerintah provinsi terhadap program Sekolah Rakyat, yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

Kedatangan para siswa berlangsung sejak sehari sebelum kegiatan hingga pagi hari menjelang pembukaan. Mereka datang dari berbagai penjuru NTB dan diantar langsung oleh orang tua masing-masing. Bagi para orang tua, momen ini bukan hanya soal mengantar anak ke sekolah baru, tetapi juga kesempatan melihat secara langsung lokasi dan suasana Sekolah Rakyat di Lombok Utara, tempat anak-anak mereka akan belajar dan menjalani kehidupan pendidikan.

Sebelum berangkat menuju Lombok Utara, para siswa terlebih dahulu dilepas oleh bupati masing-masing di daerah asal. Pelepasan oleh kepala daerah ini menjadi wujud keterlibatan dan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat, sekaligus memberi semangat kepada anak-anak untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka.

Pembukaan MPLS ini dirangkaikan dengan peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Lombok Utara oleh Gubernur NTB. Peresmian itu menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan penanda beroperasinya satuan pendidikan baru yang akan menjadi tempat belajar ratusan siswa tersebut.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kesempatan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan peluang besar untuk mengubah masa depan. Pendidikan, menurutnya, membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih kehidupan yang lebih baik dibanding kondisi yang mereka jalani sebelumnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman yang mewakili Menteri Sosial menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat untuk memperoleh pendidikan formal. Sekolah Rakyat juga merupakan ruang untuk membentuk karakter, menemukan potensi diri, dan membangun kepercayaan diri para siswa.

Penekanan pada karakter dan kepercayaan diri ini sejalan dengan tujuan MPLS itu sendiri. Masa pengenalan lingkungan sekolah dirancang agar siswa baru mengenal lingkungan belajarnya, memahami aturan dan budaya sekolah, serta mulai membangun rasa nyaman sebelum memasuki proses belajar yang sesungguhnya. Bagi siswa yang datang dari berbagai daerah, MPLS juga menjadi ajang awal untuk saling mengenal teman dan pembina.

Dengan berkumpulnya 595 siswa dari seluruh NTB di satu lokasi, pembukaan MPLS dan peresmian SRT 1 Lombok Utara ini menjadi langkah awal yang penting bagi perjalanan pendidikan mereka. Dukungan orang tua, pemerintah daerah, dan pemerintah provinsi diharapkan terus mengiringi proses belajar mereka hingga tuntas.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Sebanyak 595 siswa Sekolah Rakyat se-NTB mengikuti MPLS di Kabupaten Lombok Utara.
  • MPLS dibuka pada Senin, 2 November 2026 oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
  • Para siswa datang dari berbagai kabupaten dan kota di NTB, diantar orang tua masing-masing.
  • Pembukaan MPLS dirangkaikan dengan peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara.
  • Sekolah Rakyat ditegaskan bukan hanya pendidikan formal, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepercayaan diri.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *