Monday, 2 November 2026
Lingkungan

Nyamuk Pembawa DNA Parasit Malaria Monyet Ditemukan di Tepi Kebun Sawit Sabah

Foto udara perkebunan kelapa sawit dengan jalan tanah dan sebuah bangunan beratap merah di tengahnya

Peneliti menemukan nyamuk yang membawa DNA parasit malaria monyet, Plasmodium knowlesi, di tepi kebun sawit di Sabah, Malaysia. Temuan ini berasal dari penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports pada Juli 2026 oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada, London School of Hygiene and Tropical Medicine, dan Sabah State Health Department.

Peneliti menangkap 2.090 nyamuk dari genus Anopheles di tiga lokasi di Sabah selama 2015–2016. Dari jumlah itu, 13 nyamuk dinyatakan positif membawa DNA Plasmodium knowlesi. Spesies yang teridentifikasi membawa DNA parasit tersebut adalah Anopheles balabacensis, Anopheles latens, dan Anopheles donaldi.

Temuan yang paling menarik perhatian adalah lokasi penangkapannya. Sebagian besar nyamuk positif ditemukan di area pertanian dan perkebunan sawit, bukan di hutan dalam. Anopheles balabacensis bahkan lebih banyak ditemukan di area perkebunan sawit dibandingkan di hutan, sehingga gambaran lama bahwa nyamuk pembawa malaria monyet hanya hidup di hutan perlu diperbarui.

Peneliti utama, Tock Hing Chua dari Universitas Gadjah Mada, menjelaskan bahwa temuan ini menunjukkan nyamuk pembawa malaria monyet juga berada di area yang telah diubah manusia. Artinya, risiko penularan tidak hanya mengintai pekerja atau pengunjung hutan, tetapi juga masyarakat yang tinggal dan bekerja di sekitar perkebunan dan lahan pertanian.

Malaria knowlesi adalah penyakit zoonosis yang dapat menular dari monyet ke manusia melalui gigitan nyamuk. Kasus penyakit ini terus meningkat di Malaysia, sehingga pemahaman tentang tempat hidup vektornya menjadi penting untuk merancang pengendalian yang tepat sasaran.

Peneliti menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian nyamuk di area perkebunan dan pertanian. Upaya tersebut meliputi pemantauan populasi nyamuk, pengelolaan lingkungan sekitar permukiman pekerja, serta edukasi kepada masyarakat tentang perlindungan diri dari gigitan nyamuk, terutama pada waktu nyamuk aktif.

Temuan ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan tata guna lahan dapat mengubah pola penyakit. Ketika hutan dibuka menjadi perkebunan, interaksi antara manusia, monyet, dan nyamuk ikut berubah, dan sistem kesehatan perlu mengantisipasi risiko baru yang muncul dari perubahan tersebut.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Peneliti menemukan nyamuk pembawa DNA parasit malaria monyet, Plasmodium knowlesi, di tepi kebun sawit di Sabah, Malaysia.
  • Penelitian yang terbit di Scientific Reports pada Juli 2026 ini melibatkan Universitas Gadjah Mada, London School of Hygiene and Tropical Medicine, dan Sabah State Health Department.
  • Dari 2.090 nyamuk Anopheles yang ditangkap pada 2015–2016 di tiga lokasi, 13 nyamuk positif membawa DNA parasit tersebut.
  • Spesies pembawanya adalah Anopheles balabacensis, Anopheles latens, dan Anopheles donaldi, dengan sebagian besar ditemukan di pertanian dan perkebunan sawit.
  • Peneliti menekankan pengawasan dan pengendalian nyamuk di area perkebunan dan pertanian untuk mencegah penularan malaria knowlesi ke manusia.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *