Monday, 2 November 2026
Lingkungan

BMKG: Bibit Siklon 91B di Selatan Jawa Tengah, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Mengancam Sejumlah Wilayah

Ilustrasi langit berawan gelap menjelang hujan lebat dan gelombang tinggi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Senin, 2 November 2026, dengan sorotan utama pada bibit siklon tropis 91B. Masyarakat di sejumlah wilayah diminta waspada terhadap hujan, angin, dan gelombang tinggi yang menyertai kondisi atmosfer tersebut.

Bibit siklon 91B merupakan pusat tekanan rendah yang terpantau di selatan Jawa Tengah, tepatnya pada posisi 10,0 derajat Lintang Selatan dan 112,5 derajat Bujur Timur. Kecepatan angin maksimumnya tercatat 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 1007 hektopaskal. Bibit siklon ini bergerak ke arah barat-barat laut, dengan peluang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dinilai rendah.

Selain 91B, BMKG juga memantau Siklon Tropis Kalmaegi di Laut Filipina. Siklon ini berada pada 17,3 derajat Lintang Utara dan 125,5 derajat Bujur Timur, dengan kecepatan angin maksimum 40 knot atau sekitar 74 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 988 hektopaskal, bergerak ke arah barat-barat daya.

Sirkulasi siklonik lain juga terpantau di beberapa lokasi, yaitu Samudra Hindia di sebelah barat Aceh, Samudra Pasifik di sebelah timur Filipina, Samudra Pasifik di sebelah utara Papua Barat, dan Laut Cina Selatan. Kombinasi bibit siklon, sirkulasi siklonik, dan daerah konvergensi inilah yang memicu hujan dan angin di banyak wilayah.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, dan Lampung. Di Jawa, hujan diprakirakan mengguyur Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur juga masuk dalam prakiraan hujan tersebut.

Di Kalimantan, hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Sementara di Sulawesi, wilayah yang diprakirakan hujan meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Di timur Indonesia, prakiraan hujan mencakup Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua.

BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter untuk Samudra Pasifik di sebelah utara Maluku. Nelayan dan pengguna transportasi laut di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan. Peringatan terkait juga menyebut gelombang 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Timur akibat angin hingga 28 knot, serta angin kencang di Buleleng, Karangasem, dan Bangli dan gelombang tinggi di perairan Bali.

Bagi dunia penerbangan, BMKG mengingatkan potensi awan Cumulonimbus yang bisa mengganggu keselamatan penerbangan. Sementara bagi warga pesisir, potensi banjir rob perlu diantisipasi, terutama saat hujan lebat berpadu dengan gelombang tinggi.

Prakiraan ini berlaku untuk Senin, 2 November 2026. Masyarakat diimbau memantau pembaruan prakiraan dari BMKG secara berkala, menunda aktivitas laut saat gelombang tinggi, dan mengantisipasi genangan maupun banjir di wilayah yang diprakirakan hujan lebat.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BMKG merilis prakiraan cuaca Senin, 2 November 2026, dengan sorotan bibit siklon tropis 91B di selatan Jawa Tengah.
  • Bibit siklon 91B berada pada 10,0 derajat LS dan 112,5 derajat BT, dengan angin maksimum 25 knot dan tekanan minimum 1007 hektopaskal, serta peluang rendah menjadi siklon tropis dalam 24 jam.
  • Hujan sedang hingga lebat diprakirakan di banyak wilayah, dari Aceh hingga Papua, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.
  • Peringatan gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter berlaku untuk Samudra Pasifik utara Maluku, dengan peringatan terkait untuk perairan selatan Jawa Timur dan Bali.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *