Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan, dengan guru disebut sebagai pihak yang paling merasakan dampak keberpihakan tersebut. Data yang dipaparkan kementerian itu menunjukkan pengangkatan guru honorer dalam jumlah besar, peningkatan anggaran, revitalisasi sekolah, hingga digitalisasi pembelajaran di berbagai daerah.
Capaian paling menonjol adalah pengangkatan 666.987 guru honorer menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Selain itu, 5.000 guru honorer diangkat menjadi PPPK paruh waktu, 7.000 guru yang lulus seleksi PPPK 2024 diangkat, 4.000 guru penggerak menjadi kepala sekolah, dan 6.000 guru swasta diberi kesempatan mengajar di sekolah negeri.
Perhatian juga diberikan kepada guru sekolah rakyat. Sebanyak 102 guru dari sekolah rakyat diangkat sebagai PPPK dan 1.002 guru dari sekolah rakyat diangkat sebagai ASN. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan sekolah rakyat, yang menyasar anak dari keluarga kurang mampu, ditopang tenaga pendidik dengan status kepegawaian yang jelas.
Untuk guru swasta, pemerintah menyiapkan program afirmasi berupa beasiswa. Pada 2025 disiapkan 100.000 beasiswa afirmasi, sedangkan pada 2026 diberikan 200.000 beasiswa afirmasi dan 15.000 beasiswa afirmasi khusus bagi guru swasta yang belum berijazah S1. Program ini bertujuan meningkatkan kualifikasi akademik guru swasta secara bertahap.
Dukungan kesejahteraan juga disalurkan dalam bentuk insentif Rp300.000 per bulan kepada 341.000 guru honorer dan 8.000 guru swasta. Insentif ini diharapkan membantu guru memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga semangat mengajar, terutama bagi mereka yang selama ini mengabdi dengan penghasilan terbatas.
Dari sisi anggaran, anggaran pendidikan 2026 tercatat Rp757,8 triliun dan diklaim sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Dari jumlah itu, Rp66,9 triliun dialokasikan untuk Kemendikdasmen, termasuk Rp17,1 triliun untuk revitalisasi sekolah. Revitalisasi dilakukan di 16.140 sekolah melalui 17.000 paket pekerjaan, dengan 6.600 sekolah ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Digitalisasi pembelajaran juga berjalan melalui pengadaan 288.000 perangkat Interactive Flat Panel dan 40.000 laptop. Di sisi sarana fisik, dibangun atau diperbaiki 1.500 ruang kelas baru dan 30.000 toilet sekolah. Kemendikdasmen juga mendorong peran guru wali dan Tes Kemampuan Akademik sebagai instrumen evaluasi terstandar, serta kerja sama dengan Inovasi Australia dan McGill University Kanada. Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengajak murid dan guru sama-sama menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Apa poin penting dari berita ini?
- Kemendikdasmen mencatat 666.987 guru honorer diangkat menjadi ASN PPPK dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Pengangkatan lain meliputi 5.000 PPPK paruh waktu, 7.000 lulusan seleksi PPPK 2024, 4.000 guru penggerak menjadi kepala sekolah, dan 6.000 guru swasta mengajar di sekolah negeri.
- Program afirmasi menyiapkan 100.000 beasiswa pada 2025 serta 200.000 beasiswa dan 15.000 beasiswa bagi guru swasta non-S1 pada 2026.
- Insentif Rp300.000 per bulan diberikan kepada 341.000 guru honorer dan 8.000 guru swasta.
- Anggaran pendidikan 2026 tercatat Rp757,8 triliun, dengan Rp66,9 triliun untuk Kemendikdasmen dan Rp17,1 triliun untuk revitalisasi sekolah.


