Sunday, 1 November 2026
Komedi

Komika Abdur Arsyad Kritik Polda Metro Jaya soal Mahasewa di Bundaran HI: Siapa yang Membayar Peserta?

Komika Abdur Arsyad berbicara dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya

Jakarta — Komika Abdur Arsyad ikut angkat bicara terkait polemik deklarasi Sumpah Pemuda mahasewa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. Dia mengapresiasi Polda Metro Jaya yang sudah menyampaikan permintaan maaf, namun masih ada yang janggal baginya dalam kasus ini.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Abdur menyampaikan terima kasih karena Polda Metro Jaya sudah minta maaf kepada masyarakat secara terbuka terkait dengan aksi tandingan di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.

Abdur Arsyad menyoroti belum terungkapnya pihak yang diduga membayar sejumlah orang untuk menghadiri deklarasi sejumlah orang dengan mengatasnamakan mahasiswa. Ia mempertanyakan siapa yang berada di balik pengerahan peserta yang belakangan ramai disebut sebagai mahasiswa gadungan atau mahasewa.

Menurut Abdur, permintaan maaf dan janji evaluasi dari kepolisian memang patut diapresiasi. Namun, persoalan utama yang memicu keresahan masyarakat justru belum mendapatkan penjelasan secara terbuka.

Ia juga mengapresiasi sikap Polda Metro Jaya yang bersedia menerima kritikan dari masyarakat dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Meski demikian, Abdur menegaskan bahwa evaluasi internal tidak boleh berhenti hanya pada permintaan maaf.

Publik masih membutuhkan kejelasan mengenai asal-usul peserta yang diduga bukan mahasiswa aktif dan pihak yang melakukan pengaturan atas kehadiran mereka. Dalam pernyataannya, Abdur secara khusus mempertanyakan kemungkinan keterlibatan internal kepolisian dalam mendatangkan mahasewa.

Ia meminta Polda Metro Jaya mengungkap siapa yang memberikan uang kepada orang-orang tersebut, dan apa tujuannya bila memang berasal dari institusi itu. Bila bukan dari Polda Metro Jaya, ia mempertanyakan siapa pihak ketiga yang mendatangkan para peserta itu.

Abdur menilai pihak yang diduga mengorganisasi dan membayar peserta perlu diperiksa agar persoalan tersebut tidak berhenti pada pengakuan sejumlah individu. Ia bahkan mempertanyakan keseriusan proses penyelidikan yang tengah dilakukan kepolisian, apakah pelakunya memang belum diketahui atau belum ada yang siap pasang badan.

Selain mempertanyakan pihak yang merekrut peserta, Abdur Arsyad juga menyayangkan bagaimana orang-orang yang diduga bukan mahasiswa aktif bisa mengikuti deklarasi dengan menggunakan atribut perguruan tinggi. Mereka mendapat kesempatan tampil di depan publik untuk membacakan sumpah dalam sebuah kegiatan yang mengatasnamakan mahasiswa.

Bagi Abdur, kejadian tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam proses verifikasi peserta, terlebih kegiatan itu diselenggarakan oleh institusi kepolisian. Polemik ini sebelumnya mencuat setelah video seorang peserta bernama Bayu Setiadi alias Dino viral di media sosial. Bayu terlihat mengenakan almamater Universitas Dian Nusantara (Undira), tetapi kebingungan ketika ditanya mengenai identitas kampusnya. Dalam klarifikasi yang kemudian disampaikan melalui akun BEM Undira, Bayu mengakui dirinya bukan mahasiswa kampus tersebut, dan mengaku mendapat undangan dari sebuah komunitas serta menerima bayaran untuk menghadiri acara deklarasi.

Hal lain yang menjadi perhatian Abdur adalah keputusan Polda Metro Jaya menginisiasi kegiatan deklarasi di Bundaran HI. Ia mempertanyakan alasan kepolisian menggelar acara yang mengatasnamakan mahasiswa di lokasi yang sehari sebelumnya digunakan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi, dan apa tujuan di baliknya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Komika Abdur Arsyad mengapresiasi permintaan maaf terbuka Polda Metro Jaya soal aksi tandingan di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.
  • Abdur mempertanyakan siapa yang membayar dan mengerahkan peserta yang diduga bukan mahasiswa aktif, yang ramai disebut mahasewa.
  • Ia meminta pihak pengorganisasi diperiksa dan diungkap ke publik, bukan hanya berhenti pada permintaan maaf dan evaluasi internal.
  • Polemik mencuat setelah peserta bernama Bayu Setiadi alias Dino viral dan mengakui bukan mahasiswa Undira serta menerima bayaran.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *