Sunday, 1 November 2026
Nasional

Indonesia Tempati Peringkat Keempat Negara Paling Ramah bagi Wisatawan, Ungguli Thailand

Perempuan bergaun berjalan di antara terasering sawah hijau di Bali

Indonesia menempati posisi keempat dalam daftar negara teramah bagi wisatawan, mengungguli Thailand. Kabar tersebut mencuat pada Minggu, 1 November 2026, dan menjadi kabar baik bagi pariwisata Indonesia di tengah persaingan destinasi dunia yang semakin ketat.

Keramahan terhadap wisatawan sering kali menjadi penentu apakah seseorang akan kembali ke suatu destinasi atau merekomendasikannya kepada orang lain. Wisatawan tidak hanya mengingat keindahan alam dan bangunan bersejarah, tetapi juga mengingat bagaimana mereka diperlakukan: senyuman, kesediaan membantu menunjukkan arah, kesabaran menghadapi perbedaan bahasa, dan rasa aman selama berada di tempat asing. Karena itu, posisi keempat dalam daftar negara teramah merupakan modal sosial yang berharga bagi pariwisata Indonesia.

Indonesia sendiri memiliki keunggulan yang sulit ditiru negara lain. Keberagaman budaya dari Sabang sampai Merauke, kuliner yang kaya rasa, serta bentang alam yang membentang dari pantai hingga pegunungan memberi banyak alasan bagi wisatawan untuk datang. Ketika keunggulan itu dipadukan dengan sikap masyarakat yang ramah, pengalaman berwisata menjadi lebih utuh dan berkesan. Wisatawan yang merasa diterima cenderung tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak di usaha lokal, dan menyebarkan cerita baik ketika pulang.

Mengungguli Thailand, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Asia Tenggara, juga patut dicermati. Thailand memiliki infrastruktur pariwisata yang mapan dan promosi destinasi yang gencar. Karena itu, posisi Indonesia di atas Thailand dalam daftar keramahan menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kualitas interaksi manusiawinya. Hal ini menjadi pembeda penting di tengah persaingan harga dan fasilitas antarnegara.

Namun, keramahan saja tidak cukup bila tidak ditopang layanan yang baik. Wisatawan tetap membutuhkan transportasi yang mudah diakses, informasi yang jelas, kebersihan destinasi, serta rasa aman dari penipuan dan pungutan yang tidak wajar. Keramahan masyarakat perlu berjalan seiring dengan pembenahan destinasi, pelatihan pelaku usaha wisata, dan penegakan aturan yang melindungi wisatawan maupun warga lokal. Dengan begitu, kesan ramah tidak berhenti pada kesan pertama, tetapi terasa sepanjang perjalanan.

Di tingkat lokal, capaian ini juga memberi pesan bagi daerah-daerah wisata di Indonesia. Setiap interaksi kecil antara warga dan wisatawan, mulai dari pedagang di pasar, pemandu wisata, hingga petugas penginapan, ikut membentuk citra pariwisata nasional. Menjaga sikap ramah, jujur dalam berdagang, dan peduli terhadap kebersihan lingkungan adalah bentuk promosi yang paling murah sekaligus paling meyakinkan.

Ke depan, posisi keempat ini sebaiknya dijaga dan ditingkatkan. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu terus merawat budaya ramah yang sudah diakui, sambil memperbaiki kualitas layanan dan infrastruktur destinasi. Bila kedua hal itu berjalan bersama, pariwisata Indonesia tidak hanya dikunjungi karena keindahannya, tetapi juga karena keramahan orang-orangnya yang membuat wisatawan ingin kembali lagi.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Indonesia menempati posisi keempat dalam daftar negara teramah bagi wisatawan, mengungguli Thailand.
  • Kabar tersebut mencuat pada Minggu, 1 November 2026, dan menjadi kabar baik bagi pariwisata Indonesia.
  • Wisatawan tidak hanya mengingat keindahan alam dan bangunan bersejarah, tetapi juga mengingat bagaimana mereka diperlakukan.
  • Posisi Indonesia di atas Thailand dalam daftar keramahan menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kualitas interaksi manusiawinya.
  • Keramahan masyarakat perlu berjalan seiring dengan pembenahan destinasi, pelatihan pelaku usaha wisata, dan penegakan aturan yang melindungi wisatawan maupun warga lokal.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *