Sebanyak 339 siswa dari 83 sekolah menengah di Jawa Timur mengikuti Lomba Peneliti Belia Jawa Timur Ubaya 2026. Dalam ajang yang digelar Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Center for Young Scientists (CYS) tersebut, para peserta mempresentasikan 180 judul penelitian dari berbagai bidang keilmuan.
Jumlah peserta yang mencapai ratusan siswa dari puluhan sekolah menunjukkan bahwa minat riset di kalangan pelajar menengah terus tumbuh. Lomba seperti ini memberi ruang bagi siswa untuk melampaui hafalan pelajaran dan belajar merumuskan pertanyaan, mengumpulkan data, serta menarik kesimpulan secara sistematis.
Penelitian pelajar menengah sering kali berangkat dari masalah di sekitar mereka: lingkungan sekolah, kesehatan remaja, teknologi sederhana, hingga persoalan sosial di kampung halaman. Kedekatan dengan masalah nyata membuat riset mereka tidak abstrak, melainkan terasa manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.
Bagi siswa, pengalaman mempresentasikan riset di hadapan juri dan peserta lain sama berharganya dengan riset itu sendiri. Mereka belajar menyusun argumen, menjawab pertanyaan kritis, dan menerima masukan dengan lapang dada, keterampilan yang akan sangat berguna di perguruan tinggi maupun dunia kerja.
Peran guru pembimbing dan sekolah juga sangat menentukan. Sekolah yang memberi dukungan waktu, fasilitas, dan pendampingan akan melahirkan lebih banyak siswa peneliti. Sebaliknya, tanpa dukungan itu, minat siswa yang besar bisa padam karena terbentur keterbatasan sarana.
Kolaborasi antara universitas dan lembaga seperti CYS menjadi jembatan penting antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Universitas dapat mengenalkan standar riset yang baik sejak dini, sementara siswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia akademik yang akan mereka masuki kelak.
Dari 180 judul penelitian yang dipresentasikan, terlihat bahwa sains bukan lagi milik segelintir siswa unggulan. Riset telah menjadi kegiatan yang dapat diikuti banyak siswa dari berbagai sekolah, dengan topik yang beragam dan pendekatan yang kreatif.
Pada akhirnya, Lomba Peneliti Belia Ubaya bukan sekadar ajang perebutan juara. Ajang ini menanamkan budaya bertanya dan berpikir kritis sejak bangku sekolah, modal penting bagi Indonesia untuk melahirkan generasi peneliti dan inovator di masa depan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sebanyak 339 siswa dari 83 sekolah menengah di Jawa Timur mengikuti Lomba Peneliti Belia Jawa Timur Ubaya 2026.
- Peserta mempresentasikan 180 judul penelitian dari berbagai bidang keilmuan.
- Lomba digelar Universitas Surabaya bersama Center for Young Scientists.
- Penelitian pelajar berangkat dari masalah nyata di sekitar mereka.
- Lomba ini menanamkan budaya bertanya dan berpikir kritis sejak bangku sekolah.


