Monday, 2 November 2026
Nasional

Trump Kembali Ancam Serang Situs Nuklir Iran di Gunung Pickaxe, Teheran Membantah Ada Aktivitas Nuklir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara di luar ruangan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan negaranya mungkin menargetkan satu atau dua sasaran di Iran, termasuk situs nuklir yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe. Pernyataan itu diberitakan pada 1 November 2026 dan menjadi sorotan karena lokasi tersebut diyakini menyimpan bagian dari program nuklir Iran yang tertanam jauh di bawah tanah.

Trump menegaskan tujuan utama Washington adalah memastikan Teheran tidak pernah memperoleh senjata nuklir. Menurut Trump, apabila Iran memiliki senjata semacam itu, senjata tersebut pada akhirnya akan digunakan. Karena itu, ia menilai Amerika Serikat perlu bersiap mengambil tindakan terhadap lokasi yang dianggap menjadi kunci program nuklir Iran.

Gunung Pickaxe sendiri dilaporkan terletak di dekat fasilitas pengayaan uranium utama Iran di Natanz. Sejumlah laporan menyebut kawasan itu terdiri atas batuan granit yang padat dan membentang hingga ratusan meter ke bawah permukaan, dengan dugaan jaringan terowongan di dalamnya. Laporan-laporan itu juga menyebut Iran diduga memindahkan sentrifugal dari lokasi lain ke kawasan tersebut, meskipun klaim mengenai apa yang tersimpan di sana belum terverifikasi secara independen.

Dalam wawancara dengan Newsmax pada pertengahan Oktober 2026 yang dikutip Reuters, Trump sebelumnya juga sudah mengangkat Gunung Pickaxe. Ia menyatakan program nuklir Iran tertimbun di bawah jutaan ton batuan dan Amerika Serikat sedang mencermati lokasi itu. Pada kesempatan yang sama, Trump menegaskan tidak akan menggunakan senjata nuklir dan tidak mempertimbangkan pengerahan pasukan darat Amerika Serikat ke Iran.

Di sisi lain, pemerintah Iran membantah tudingan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan tidak ada aktivitas nuklir yang berlangsung di Gunung Pickaxe. Ia menyebut ancaman Amerika Serikat sebagai dalih yang dibuat-buat untuk agresi, penghancuran, dan sabotase.

Seiring dengan itu, muncul pula laporan bahwa militer Amerika Serikat menyiapkan opsi serangan baru terhadap Iran, termasuk kemungkinan penggunaan bom konvensional terbesarnya, GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast atau MOAB. Laporan yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat itu pertama kali diberitakan pada pertengahan Oktober 2026. Namun hingga laporan tersebut terbit, belum ada konfirmasi bahwa Trump telah mengesahkan penggunaan MOAB atau memerintahkan serangan ke Gunung Pickaxe.

Para pengamat militer pun mempertanyakan efektivitas MOAB terhadap fasilitas yang tertanam dalam di bawah batuan granit. Bom tersebut dirancang untuk menghancurkan wilayah permukaan yang luas, bukan untuk menembus pertahanan bawah tanah yang berlapis. Karena itu, ancaman terhadap Gunung Pickaxe untuk sementara tetap berada pada tahap pernyataan dan pertimbangan opsi, bukan keputusan serangan yang sudah dikonfirmasi.

Perkembangan ini menunjukkan ketegangan Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari mereda. Setiap pernyataan baru dari Washington langsung dibaca sebagai sinyal eskalasi, sementara Teheran membalas dengan bantahan dan penegasan bahwa tudingan terhadap program nuklirnya tidak berdasar. Publik kini menanti apakah ancaman tersebut akan berhenti sebagai retorika atau berkembang menjadi langkah militer yang nyata.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Trump menyatakan Amerika Serikat mungkin menargetkan satu atau dua sasaran di Iran, termasuk situs nuklir Gunung Pickaxe.
  • Tujuan yang dikemukakan Trump adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
  • Gunung Pickaxe dilaporkan berada di dekat Natanz dan tertanam di bawah batuan granit.
  • Iran membantah ada aktivitas nuklir di Gunung Pickaxe melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmail Baghaei.
  • Opsi penggunaan bom MOAB dilaporkan sedang disiapkan, tetapi belum ada konfirmasi perintah serangan dari Trump.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *