Sunday, 1 November 2026
Lingkungan

Ratusan Pemuda Kaltim dan OIKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Karhutla Bukit Soeharto

Kepala Otorita IKN bersama para pemuda menanam pohon di area bekas karhutla Tahura Bukit Soeharto

Ratusan pemuda Kalimantan Timur yang tergabung dalam gerakan Borneo Kind bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggelar aksi penanaman seribu bibit pohon di kawasan bekas kebakaran di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Sabtu (31/10/2026). Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem hutan yang pernah terbakar, sekaligus penanda keterlibatan generasi muda dalam menjaga kawasan hutan Nusantara.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, yang ikut dalam penanaman tersebut, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon bersama pemuda ini sangat mendukung terwujudnya pilar Kota Hutan IKN. Aksi penghijauan lingkungan tersebut difokuskan pada titik lokasi kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya Bukit Soeharto yang masuk kawasan Ibu Kota Nusantara.

Tahap awal gerakan pemulihan ekosistem hutan tersebut menargetkan penanaman sebanyak seribu bibit pohon khas endemik pada area seluas dua hektare. Pemilihan jenis endemik menjadi penting karena tanaman asli kawasan memiliki peluang tumbuh lebih baik dan sesuai dengan karakter ekosistem setempat, sehingga pemulihan tidak sekadar menanam, tetapi mengembalikan komposisi hutan yang semestinya.

Basuki menyampaikan pesan yang lebih luas dari sekadar penanaman: penanaman pohon harus dijadikan sebagai sebuah gaya hidup keberlanjutan bagi seluruh warga masyarakat. Pesan ini menegaskan bahwa penghijauan tidak cukup dilakukan sekali dalam sebuah seremoni, melainkan harus menjadi kebiasaan yang dijaga terus-menerus oleh warga.

Gerakan penanaman pohon tersebut diinisiasi oleh komunitas pemuda lokal Borneo Kind sebagai bentuk aksi kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan daerah. Aksi sosial pemulihan lingkungan itu menggerakkan partisipasi sekitar empat ratus hingga lima ratus orang relawan dari berbagai kalangan warga masyarakat daerah. Jumlah relawan yang besar menunjukkan bahwa kepedulian terhadap hutan bekas terbakar bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga gerakan warga.

Kolaborasi pemuda dan pemerintah itu diharapkan menjadi pemicu aksi nyata gerakan penghijauan lingkungan yang berkesinambungan di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Basuki menegaskan bahwa keterlibatan aktif generasi muda sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan Nusantara, dan Otorita IKN berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi bersama seluruh pemuda daerah demi mewujudkan kawasan Ibu Kota Nusantara yang hijau dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Inisiator Borneo Kind Wawan Irawan menjelaskan bahwa lokasi Tahura dipilih karena merupakan kawasan hutan lindung yang harus dipulihkan dari bekas kebakaran. Gerakan swadaya masyarakat tersebut mengumpulkan dana bantuan patungan dari warga serta dukungan sarana prasarana dari berbagai lembaga mitra daerah setempat. Dukungan penanganan lahan diberikan secara terpadu oleh jajaran Otorita IKN, Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, BPBD, serta UPTD Tahura Bukit Soeharto secara berkesinambungan.

Aksi pemulihan ekosistem ini juga disiapkan untuk mengembalikan habitat satwa endemik Kalimantan seperti orang utan. Tim relawan di lapangan telah menyiapkan seribu lubang tanam guna memastikan kelancaran seluruh proses kegiatan penanaman bibit pohon secara merata. Dengan lubang tanam yang disiapkan terlebih dahulu, penanaman seribu bibit dapat berjalan tertib dan setiap bibit memiliki tempat tumbuh yang layak.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Ratusan pemuda Kalimantan Timur dari gerakan Borneo Kind bersama OIKN menanam seribu bibit pohon di bekas karhutla Tahura Bukit Soeharto, Sabtu (31/10/2026).
  • Tahap awal pemulihan menargetkan seribu bibit pohon khas endemik pada area seluas dua hektare.
  • Aksi ini melibatkan sekitar 400 hingga 500 relawan dari berbagai kalangan masyarakat daerah.
  • Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menilai kegiatan ini mendukung pilar Kota Hutan IKN dan harus menjadi gaya hidup keberlanjutan.
  • Pemulihan disiapkan untuk mengembalikan habitat satwa endemik Kalimantan seperti orang utan, dengan dukungan OIKN, Dinas Kehutanan Kaltim, BPBD, dan UPTD Tahura Bukit Soeharto.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *