Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membagikan potret menakjubkan permukaan Mars yang menampilkan lanskap perbukitan kuno penuh warna layaknya rona pelangi di wilayah Dataran Tinggi Selatan (Southern Highlands). Gambar itu diabadikan oleh kamera beresolusi tinggi HiRISE (High Resolution Imaging Science Experiment) yang terpasang di wahana Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA, dan diberitakan pada Rabu, 4 November 2026.
Sejak tiba di orbit Mars pada Maret 2006, MRO terus aktif memantau permukaan, atmosfer, serta iklim planet tetangga Bumi tersebut. Kamera HiRISE menjadi salah satu instrumen andalannya karena mampu merekam detail permukaan Mars dengan ketajaman luar biasa, sehingga para ilmuwan bisa mempelajari struktur batuan dan bentang alam dari jarak jauh.
Kendati tampak sangat warna-warni, pemandangan ini bukan wujud asli yang dapat disaksikan secara kasat mata oleh manusia. Para ilmuwan sengaja melakukan penyesuaian dan peningkatan warna (color-enhanced) pada citra tersebut. Teknik ini merupakan metode krusial dalam eksplorasi sains untuk menonjolkan perbedaan warna yang sangat tipis di antara batuan, sehingga para peneliti dapat mengidentifikasi keberadaan berbagai jenis mineral secara lebih akurat.
Berdasarkan analisis para ilmuwan, bebatuan yang memancarkan rona biru dan hijau dalam citra tersebut diperkirakan kaya akan mineral seperti piroksen dan olivin. Sementara itu, area yang menampilkan warna kuning, oranye, dan merah diyakini mengandung mineral yang terbentuk akibat interaksi masa lalu dengan air cair. Perbedaan warna itu menjadi petunjuk komposisi yang tidak akan terlihat jelas dalam foto warna asli.
Melalui pemetaan kandungan mineral pada bebatuan ini, para peneliti dapat menelusuri lapisan sejarah geologi yang tersimpan di dalam batuan dasar Mars. Penemuan mineral tertentu dapat menjadi petunjuk kuat bahwa air sempat mengalir di permukaan Mars pada masa lampau, yang sekaligus mengindikasikan kondisi lingkungan yang berpotensi layak huni pada masa itu.
Dengan demikian, jepretan lanskap warna-warni ini tidak hanya menyajikan panorama visual yang memukau, melainkan juga menyimpan petunjuk penting mengenai sejarah evolusi iklim dan geologi di Planet Merah. Setiap gradasi warna dalam citra HiRISE membantu ilmuwan menyusun kembali kisah Mars: dari planet yang mungkin pernah hangat dan basah, hingga menjadi dunia dingin dan kering seperti yang terlihat sekarang.
Apa poin penting dari berita ini?
- NASA membagikan citra bukit kuno penuh warna layaknya pelangi di Dataran Tinggi Selatan Mars.
- Citra itu diabadikan kamera HiRISE di wahana Mars Reconnaissance Orbiter, yang mengorbit Mars sejak Maret 2006.
- Warna-warni dalam citra adalah hasil peningkatan warna (color-enhanced), bukan warna asli yang terlihat mata manusia.
- Rona biru dan hijau diperkirakan menandakan mineral piroksen dan olivin, sedangkan kuning, oranye, dan merah menandakan mineral hasil interaksi dengan air cair masa lalu.
- Pemetaan mineral ini membantu menelusuri sejarah geologi Mars dan petunjuk bahwa air pernah mengalir di permukaannya.


