Wednesday, 4 November 2026
Antariksa

Hujan Meteor Taurid Capai Puncak Malam Ini, Bola Api Terang Berpeluang Muncul di Langit

Bola api meteor yang terang melintas di langit malam yang gelap

Hujan meteor Taurid mencapai salah satu puncaknya pada malam ini, semalam 4-5 November 2026, dengan peluang munculnya bola api yang terang di langit. Fenomena ini menjadi kabar baik bagi para pengamat langit, karena Taurid dikenal bukan lewat jumlah meteornya yang banyak, melainkan lewat kilatan bola api yang bisa lebih terang daripada Venus.

Taurid sebenarnya memiliki dua cabang. Cabang Selatan aktif sejak 20 September hingga 20 November, sedangkan cabang Utara aktif sejak 20 Oktober hingga 10 Desember. Kedua cabang ini tampak bergerak menjauhi satu titik asal, atau radian, yang terletak di rasi bintang Taurus, yang pada malam-malam November terbit di langit tenggara.

Puncak kedua dari Taurid Selatan terjadi pada malam 4-5 November dan dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas bola api. Pada malam puncak ini, pengamat berpotensi melihat hingga lima meteor per jam melintas di langit. Sementara itu, aliran Taurid Utara diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 11-12 November dengan laju yang sama, hingga lima meteor per jam di langit yang gelap dan nyaris tanpa bulan.

Bola api Taurid terbentuk ketika serpihan debu seukuran kerikil memasuki atmosfer dan terbakar, menghasilkan kilatan yang jauh lebih terang daripada meteor biasa. Karena itulah, meski jumlah meteor Taurid per jam terbilang sedikit dibandingkan hujan meteor besar lainnya, banyak pengamat justru menantikannya: satu bola api yang terang sudah cukup menjadi pemandangan yang berkesan.

Untuk menyaksikan puncak Taurid malam ini, pengamat disarankan menuju lokasi dengan langit gelap sekitar tengah malam, saat radian di rasi Taurus berada tinggi di langit tenggara sehingga jumlah meteor yang terlihat menjadi maksimal. Jauhi polusi cahaya kota, beri waktu bagi mata untuk beradaptasi dengan gelap selama sekitar 20 menit, dan arahkan pandangan ke area langit yang luas, bukan hanya ke satu titik.

Di Indonesia, peluang menyaksikan Taurid juga terbuka pada malam yang cerah, terutama di wilayah dengan langit gelap dan minim awan. Karena November adalah masa peralihan musim, kondisi awan menjadi faktor penentu: langit yang bersih akan memberi peluang terbaik untuk menangkap satu atau dua bola api yang melintas.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa langit malam November masih menyimpan agenda menarik setelah puncak Taurid Selatan, yakni puncak Taurid Utara pada 11-12 November. Jadi, bila malam ini terhalang awan, masih ada kesempatan kedua dalam sepekan ke depan untuk berburu bola api di langit.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Hujan meteor Taurid Selatan mencapai puncak keduanya pada malam 4-5 November 2026.
  • Pada malam puncak, pengamat berpotensi melihat hingga lima meteor per jam, termasuk bola api yang terang.
  • Bola api Taurid bisa lebih terang daripada Venus karena serpihan debu yang terbakar di atmosfer.
  • Radian Taurid terletak di rasi Taurus yang terbit di langit tenggara pada malam November.
  • Taurid Utara akan mencapai puncaknya pada malam 11-12 November dengan laju yang sama.
  • Lokasi langit gelap sekitar tengah malam memberi peluang terbaik untuk menyaksikan fenomena ini.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *