Monday, 2 November 2026
Antariksa

NASA Teliti Meteorit Mars Teghaza 001 Berusia 4,1 Miliar Tahun, Ungkap Jejak Air Purba

Meteorit Mars Teghaza 001 berwarna merah muda yang diteliti NASA

NASA mendanai penelitian terhadap Teghaza 001, sebuah meteorit Mars berusia lebih dari 4,1 miliar tahun yang ditemukan di Gurun Sahara pada 2022. Batuan seberat sekitar 800 gram itu menjadi salah satu meteorit Mars tertua yang pernah ditemukan di Bumi, dan kini membuka jendela baru tentang masa awal Planet Merah.

Penelitian tersebut mengungkap petunjuk mengenai kondisi kerak Mars pada masa awal pembentukan planet. Para ilmuwan juga menemukan bukti bahwa batuan itu pernah mengalami perubahan akibat interaksi dengan air di bawah permukaan Mars, sebuah temuan yang penting untuk memahami sejarah air di planet tersebut.

Teghaza 001 dinamai berdasarkan dataran garam tempat batuan itu ditemukan di Mali. Meteorit berwarna merah muda ini termasuk dalam kelompok batuan Mars yang berhasil mencapai Bumi setelah terlontar akibat tumbukan di permukaan planet tersebut. Perjalanan jutaan kilometer itu berakhir di gurun Sahara, tempat ia ditemukan.

Menurut NASA, terdapat sekitar 435 meteorit Mars yang telah ditemukan di Bumi. Namun Teghaza 001 memiliki keistimewaan dari segi usia, tekstur, dan komposisi mineralnya. Batuan ini terbentuk lebih dari 4,1 miliar tahun lalu, menjadikannya salah satu dari tiga meteorit Mars tertua yang diketahui, bersama ALH84001 dan Black Beauty yang memiliki karakteristik serta usia berbeda.

Berbeda dari meteorit Mars lainnya, Teghaza 001 memiliki campuran mineral beku atau vulkanik. Komposisi tersebut memberikan gambaran mengenai proses pembentukan kerak Mars dari magma yang mendingin, sebelum batuan itu mengalami perubahan akibat air bawah permukaan.

Peneliti juga menemukan kesesuaian antara karakteristik mineral Teghaza 001 dan wilayah dataran tinggi bagian selatan Mars. Meski demikian, lokasi pasti asal meteorit tersebut belum dapat dipastikan, karena batuan itu terlontar dari permukaan Mars tanpa meninggalkan alamat yang jelas.

Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah petunjuk mengenai keberadaan air di Mars pada masa lampau. Analisis menunjukkan bahwa Teghaza 001 mengalami perubahan akibat air sekitar 4,1 miliar tahun lalu. Peneliti menemukan kristal zirkon dalam meteorit tersebut, mineral yang dapat menyimpan informasi mengenai proses pembentukan batuan dan membantu ilmuwan menentukan usianya.

Untuk menganalisis sampel, tim menggunakan metode penanggalan rubidium-stronsium in situ. Teknik tersebut memungkinkan pengukuran usia pada butiran mineral individual tanpa harus melarutkan seluruh sampel batuan. Metode ini penting karena meteorit Mars merupakan sampel langka yang perlu dipertahankan untuk penelitian berikutnya.

Penelitian tersebut memberikan petunjuk bahwa siklus air di Mars pada masa awal mungkin lebih dinamis daripada yang diperkirakan sebelumnya. Para ilmuwan juga menduga meteorit ini menyimpan jejak perubahan atmosfer Mars ketika planet tersebut kehilangan air, sebuah proses yang hingga kini masih menjadi salah satu pertanyaan besar dalam ilmu keplanetan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • NASA mendanai penelitian Teghaza 001, meteorit Mars berusia lebih dari 4,1 miliar tahun seberat sekitar 800 gram yang ditemukan di Sahara pada 2022.
  • Batuan ini menjadi salah satu dari tiga meteorit Mars tertua yang diketahui, bersama ALH84001 dan Black Beauty.
  • Teghaza 001 memiliki campuran mineral vulkanik dan menunjukkan perubahan akibat air bawah permukaan Mars sekitar 4,1 miliar tahun lalu.
  • Kristal zirkon di dalamnya membantu penentuan usia, dengan metode penanggalan rubidium-stronsium in situ pada butiran mineral individual.
  • Temuan ini mengisyaratkan siklus air Mars pada masa awal lebih dinamis daripada perkiraan sebelumnya.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *