Monday, 2 November 2026
Ekonomi

IHSG Melemah 7,03 Persen Sepekan, Ini Rekomendasi Saham Pekan Pertama November dari Analis

Ilustrasi perdagangan saham di bursa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 41 poin atau minus 0,80 persen ke level 5.057 pada Jumat (30/10) silam. Investor melakukan transaksi sebesar Rp11,65 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,62 miliar saham. Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah selama empat hari, sehingga performanya tercatat turun 7,03 persen sepanjang pekan kemarin.

Senada dengan itu, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Elsierra Putri Yosita mengatakan selama periode 26 sampai dengan 30 Oktober 2026 perdagangan saham menunjukkan koreksi pada sejumlah indikator dibanding pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 7,52 persen dari Rp9.583 triliun menjadi Rp8.862 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi harian turut mengalami penurunan sebesar 18,85 persen dari 39,959 miliar menjadi 32,428 miliar lembar saham. Adapun rata-rata nilai transaksi harian pun menurun sebesar 29,49 persen dari Rp20,34 triliun menjadi Rp14,339 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga terkoreksi 20,99 persen dari 1,95 juta kali transaksi menjadi 1,54 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat (30/10), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp138,71 miliar. Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp97,921 triliun. Angka itu menunjukkan tekanan jual dari investor asing masih menjadi salah satu faktor yang membayangi pasar saham Indonesia.

Lantas bagaimana proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan? VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin (2/11). Ia memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 4.970 dan resistance 5.185.

Dari sisi sentimen, pasar akan mencermati rilis data inflasi dan aktivitas manufaktur Indonesia periode Oktober 2026. Inflasi diperkirakan tumbuh 3,3 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, sementara indeks manufaktur Indonesia diproyeksikan turun ke level 51,9. Oktavianus menilai kedua data tersebut kemungkinan direspons moderat oleh pasar karena belum memberikan dampak signifikan terhadap arah kebijakan moneter.

Rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 5 persen secara tahunan berpotensi memberikan sentimen negatif bagi pasar. Kondisi ini juga dibayangi pelemahan rupiah terhadap dolar AS hingga menyentuh Rp18.170 per dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun yang mencapai 7,71 persen, tertinggi sejak Mei 2020. Menurut Oktavianus, kondisi tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap pasar saham dan memicu arus modal keluar.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC yang ditutup menguat 3,73 persen ke posisi 1.390 pada pekan lalu, dengan proyeksi dapat menyentuh level 1.530 pada pekan ini. Kedua, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk atau INDF yang ditutup menguat 1,99 persen ke level 6.400 pekan lalu, dengan proyeksi dapat menyentuh level 6.750 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan sepekan ke depan, dengan level support 4.907 dan resistance 5.317. Ia menyarankan investor dapat mencermati saham PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk atau EXCL, PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC, serta PT Triputra Agro Persada Tbk atau TAPG. Perlu dicatat, berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu, dan keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Apa poin penting dari berita ini?

  • IHSG melemah 41 poin atau minus 0,80 persen ke level 5.057 pada Jumat (30/10), dan turun 7,03 persen sepanjang pekan.
  • Kapitalisasi pasar bursa turun 7,52 persen dari Rp9.583 triliun menjadi Rp8.862 triliun pada pekan lalu.
  • Investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp138,71 miliar pada Jumat (30/10), dan Rp97,921 triliun secara kumulatif sepanjang 2026.
  • Kiwoom Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 4.970 dan resistance 5.185.
  • Saham yang direkomendasikan analis antara lain MEDC, INDF, EXCL, dan TAPG.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *