Aktor Babil Khan menyampaikan pandangan yang blak-blakan tentang cara bertahan di industri film dalam sebuah wawancara yang dimuat pada 2 November 2026. Ia mengakui secara terbuka bahwa dirinya berasal dari keluarga yang istimewa, namun menegaskan bahwa latar belakang itu saja tidak cukup untuk mempertahankan karier di dunia akting.
Menurut Babil, kunci untuk bertahan adalah gairah yang ekstrem terhadap pekerjaan. Tanpa gairah sebesar itu, seseorang sulit menjalani industri film dalam jangka panjang. Industri ini, dalam pandangannya, menuntut keterlibatan total, bukan sekadar datang dan menunggu tawaran peran datang dengan sendirinya.
Pandangan itu ia sampaikan bersamaan dengan refleksi tentang sikap berhak atau entitlement. Babil menilai, keluhan karena merasa tidak ditawari hal-hal yang bagus justru bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang menyangkal rasa berhaknya sendiri. Dengan kata lain, mengeluh tidak akan membuka jalan, sementara sikap yang menuntut perlakuan khusus justru menutup peluang untuk belajar dan berkembang.
Sebagai gantinya, ia menekankan kerja keras dan pembelajaran yang terus-menerus. Babil menyebut pentingnya untuk tidak mengeluh dan tidak menunggu kesempatan jatuh dari langit, melainkan terus mengasah kemampuan dan membiarkan hasil kerja yang berbicara. Dalam wawancara itu, ia menyampaikan bahwa karya seorang aktor pada akhirnya akan menunjukkan kualitasnya sendiri, tanpa perlu dibela dengan kata-kata.
Refleksi lain yang ia bagikan adalah tentang kebutuhan untuk membuktikan diri. Babil mengatakan bahwa dorongan untuk membuktikan diri kepada orang lain kini sudah berkurang dalam dirinya. Ia merasa lebih fokus pada kejujuran dalam berakting, yakni memainkan peran dengan sungguh-sungguh dan jujur, ketimbang sibuk memikirkan penilaian orang lain terhadap dirinya.
Sikap tersebut menjadi benang merah wawancara itu. Babil tidak menyangkal keistimewaan latar belakangnya, tetapi ia juga tidak menjadikannya sebagai jaminan. Ia justru menempatkan keistimewaan itu berdampingan dengan tuntutan yang sama bagi semua orang di industri ini: bekerja keras, terus belajar, dan menjaga gairah terhadap profesi yang dipilih.
Pesan itu terasa relevan bukan hanya bagi aktor, tetapi juga bagi siapa pun yang bekerja di bidang yang kompetitif. Kesempatan memang bisa datang dari berbagai pintu, termasuk dari latar belakang yang menguntungkan, namun keberlanjutan karier ditentukan oleh ketekunan sehari-hari dan sikap terhadap pekerjaan itu sendiri.
Wawancara ini tidak mengandalkan pengumuman proyek baru atau tanggal rilis tertentu. Kekuatannya terletak pada pernyataan sikap Babil sendiri: mengakui keistimewaan, menolak sikap mengeluh, dan memilih untuk bertahan lewat gairah, kerja keras, dan kejujuran dalam berakting.
Apa poin penting dari berita ini?
- Aktor Babil Khan mengakui secara terbuka bahwa dirinya berasal dari keluarga yang istimewa, namun menegaskan latar belakang itu saja tidak cukup untuk mempertahankan karier di dunia akting.
- Menurut Babil, kunci untuk bertahan adalah gairah yang ekstrem terhadap pekerjaan, karena tanpa gairah sebesar itu seseorang sulit menjalani industri film dalam jangka panjang.
- Babil menilai keluhan karena merasa tidak ditawari hal-hal yang bagus justru bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang menyangkal rasa berhaknya sendiri.
- Ia menekankan kerja keras dan pembelajaran yang terus-menerus, serta pentingnya untuk tidak mengeluh dan tidak menunggu kesempatan datang dengan sendirinya.
- Babil mengatakan dorongan untuk membuktikan diri kepada orang lain kini sudah berkurang, dan ia lebih fokus pada kejujuran dalam berakting.

