Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Selatan menyiagakan tenaga kesehatan dari dinas dan seluruh puskesmas untuk mengantisipasi dampak banjir di Kecamatan Trumon Tengah. Langkah ini diambil seiring jumlah warga yang mengungsi akibat banjir terus bertambah hingga Kamis, 29 Oktober 2026.
Bantuan obat-obatan dan emergency kit disalurkan ke UPTD Puskesmas Ladang Rimba pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Penyaluran itu dipimpin Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Dharma Syahputra, didampingi Kepala UPTD Puskesmas Ladang Rimba, Linda Kusuma. Perlengkapan darurat tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Sejak Rabu pagi, Puskesmas Ladang Rimba sudah meningkatkan kesiapsiagaan menyusul banjir yang melanda Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon. Petugas kesehatan turun langsung ke lapangan untuk memantau wilayah terdampak, mendata warga, serta memberikan penanganan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tiga tenaga kesehatan disiagakan untuk mendukung penanganan warga terdampak.
Berdasarkan laporan penanganan pada Rabu siang, sebanyak 22 warga dari lima kepala keluarga berada di pos pengungsian Kompi C Pelopor Satbrimob Polda Aceh di Lhok Raya. Dalam laporan penanganan itu, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Dharma Syahputra menjelaskan keberadaan tenaga kesehatan menjadi unsur penting dalam penanganan bencana, khususnya untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi muncul akibat banjir serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Dinas Kesehatan juga terus berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak agar penanganan kebutuhan medis masyarakat berjalan optimal sesuai kondisi di lapangan.
Wakil Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, meninjau para pengungsi di posko Kompi Brimob Trumon pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ia berdialog dengan warga dan meninjau dapur umum, posko kesehatan, serta sarana pendukung lainnya yang disiapkan untuk membantu masyarakat terdampak. Ia menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, serta unsur terkait perlu terus diperkuat agar penanganan di lapangan berjalan terpadu dan efektif.
Banjir di Trumon terjadi setelah curah hujan meningkat selama beberapa hari terakhir, sehingga air meluap di sejumlah titik permukiman. Di pengungsian, pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak karena warga tinggal dalam kondisi darurat, anak-anak dan lansia lebih rentan sakit, dan keluhan warga perlu segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Kehadiran tenaga kesehatan di posko memungkinkan kondisi warga terpantau dan dirujuk bila memerlukan penanganan lebih lanjut.
Warga di wilayah rawan banjir diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan mengikuti arahan petugas apabila kondisi mengharuskan evakuasi. Pemantauan terhadap perkembangan banjir dan ketinggian air terus dilakukan agar langkah penanganan dapat diambil dengan cepat.
Apa poin penting dari berita ini?
- Dinas Kesehatan Aceh Selatan menyiagakan tenaga kesehatan dari dinas dan seluruh puskesmas untuk pengungsi banjir di Kecamatan Trumon Tengah.
- Obat-obatan dan emergency kit disalurkan ke Puskesmas Ladang Rimba pada Rabu malam, 28 Oktober 2026.
- Puskesmas Ladang Rimba menyiagakan tiga tenaga kesehatan dan memantau warga terdampak sejak Rabu pagi.
- Sebanyak 22 warga dari lima kepala keluarga tercatat di pos pengungsian Kompi C Pelopor Satbrimob di Lhok Raya pada Rabu siang.
- Wakil Bupati Aceh Selatan Baital Mukadis meninjau posko pengungsian pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan menegaskan keselamatan warga sebagai prioritas utama.


