Sunday, 1 November 2026
Konspirasi

Pemeriksa Fakta: Klaim Rekrutmen Petugas Haji 2026 Itu Salah, Pendaftaran Resmi Hanya Lewat Satu Jalur

Grafik Periksa Fakta yang menampilkan poster lowongan pekerjaan haji dengan label False and Misleading

Sebuah teori yang beredar di media sosial mengklaim bahwa rekrutmen petugas haji 2026 telah dibuka oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Klaim itu menyebar lewat akun Facebook bernama Lowongan kerja petugas haji 2026, yang pada Minggu, 11 Januari 2026, mengunggah ajakan mendaftar sebagai petugas haji. Pemeriksaan fakta yang dilakukan atas klaim tersebut menyatakan klaim itu salah dan menyesatkan, karena proses seleksi petugas haji untuk periode 1447 Hijriah atau 2026 Masehi sudah ditutup pada Desember 2025, dan tautan pendaftarannya mengarah ke situs yang tidak terafiliasi dengan kementerian.

Unggahan yang beredar itu mencantumkan sejumlah posisi yang diklaim dibutuhkan, seperti pendamping jemaah haji, petugas administrasi, dan petugas lapangan haji. Akun tersebut juga mencatut logo Kementerian Haji dan Umrah sebagai foto profil, serta mencantumkan persyaratan umum seperti usia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, dan siap bekerja selama musim haji. Fasilitas yang dijanjikan pun terdengar menggiurkan, mulai dari gaji dan tunjangan, akomodasi, pengalaman kerja bernuansa ibadah, hingga surat tugas atau sertifikat. Calon pendaftar diarahkan untuk segera mengisi formulir melalui tautan yang disertakan di akhir unggahan.

Narasi unggahan itu ditulis dengan gaya ajakan yang emosional. Pengunggah menyebut lowongan itu sebagai kesempatan langka dan mengajak pembaca menjadi bagian dari perjalanan suci sebagai petugas umrah dan haji 2026, dengan janji pengalaman kerja sekaligus ibadah yang penuh berkah. Unggahan serupa juga beredar lewat akun lain, termasuk akun bernama Update News, sehingga klaim ini tidak hanya berasal dari satu akun saja.

Penelusuran terhadap tautan yang disertakan dalam unggahan itu mengungkap masalah serius. Tautan tersebut mengarah ke situs dengan alamat gillyii.com, yang menampilkan formulir pendaftaran dan meminta pengunjung mengisi data pribadi seperti nama lengkap, domisili, dan nomor akun Telegram yang aktif. Permintaan data pribadi melalui situs yang tidak jelas afiliasinya adalah salah satu ciri umum modus penipuan daring. Pemindaian terhadap tautan itu menggunakan layanan URLScan menunjukkan bahwa situs tersebut tidak terafiliasi dengan situs resmi Kementerian Haji dan Umrah, yaitu haji.go.id.

Faktanya, pendaftaran resmi petugas haji hanya dilakukan melalui satu alamat, yaitu petugas.haji.go.id. Di luar alamat resmi itu, pendaftaran yang meminta data pribadi berpotensi menjadi modus penipuan atau pencurian data pribadi, yang dikenal dengan istilah phishing. Berdasarkan informasi yang tercantum di situs resmi pendaftaran petugas haji, proses seleksi petugas haji untuk periode 1447 Hijriah atau 2026 Masehi telah dilaksanakan pada 6 hingga 18 Desember 2025. Artinya, pada saat unggahan itu beredar pada Januari 2026, tahapan pendaftaran petugas haji 2026 sudah selesai.

Informasi ini diperkuat oleh akun Instagram resmi Kementerian Haji dan Umrah, @kemenhaj_ri, yang mengumumkan bahwa para calon petugas haji sudah masuk fase pelatihan yang dimulai pada 10 Januari hingga 9 Februari 2026. Tahapan pelatihan itu merupakan lanjutan dari proses seleksi yang telah ditutup sebelumnya, bukan bagian dari pembukaan pendaftaran baru. Selain itu, akun Facebook resmi Kementerian Haji dan Umrah tercatat menggunakan nama “Kementerian Haji dan Umrah RI”, dan tidak ditemukan unggahan apa pun dari akun resmi itu yang mengonfirmasi klaim rekrutmen sebagaimana yang beredar.

Kesimpulan pemeriksaan fakta ini jelas: unggahan yang mengklaim adanya pembukaan pendaftaran petugas haji 2026 dengan mencatut nama dan logo Kementerian Haji dan Umrah adalah tidak benar dan menyesatkan. Pembaca yang menemukan tawaran serupa di media sosial sebaiknya tidak mengisi data pribadi apa pun melalui tautan yang tidak resmi, dan selalu memeriksa kanal resmi kementerian sebelum percaya pada tawaran rekrutmen. Perlu ditegaskan pula bahwa pembahasan ini menyangkut klaim rekrutmen untuk periode haji 2026 yang diperiksa pada Januari 2026, dan bukan mengenai rekrutmen untuk periode haji berikutnya, yang memiliki jadwal dan pengumuman resminya sendiri.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Sebuah teori yang beredar di media sosial mengklaim bahwa rekrutmen petugas haji 2026 telah dibuka oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
  • Klaim itu menyebar lewat akun Facebook bernama Lowongan kerja petugas haji 2026, yang pada Minggu, 11 Januari 2026, mengunggah ajakan mendaftar sebagai petugas haji.
  • Pemeriksaan fakta yang dilakukan atas klaim tersebut menyatakan klaim itu salah dan menyesatkan, karena proses seleksi petugas haji untuk periode 1447 Hijriah atau 2026 Masehi sudah ditutup pada Desember 2025, dan tautan pendaftarannya mengarah ke situs yang tidak terafiliasi dengan kementerian.
  • Unggahan yang beredar itu mencantumkan sejumlah posisi yang diklaim dibutuhkan, seperti pendamping jemaah haji, petugas administrasi, dan petugas lapangan haji.
  • Tautan tersebut mengarah ke situs dengan alamat gillyii.com, yang menampilkan formulir pendaftaran dan meminta pengunjung mengisi data pribadi seperti nama lengkap, domisili, dan nomor akun Telegram yang aktif.
  • Pemindaian terhadap tautan itu menggunakan layanan URLScan menunjukkan bahwa situs tersebut tidak terafiliasi dengan situs resmi Kementerian Haji dan Umrah, yaitu haji.go.id.
  • Faktanya, pendaftaran resmi petugas haji hanya dilakukan melalui satu alamat, yaitu petugas.haji.go.id.
  • Berdasarkan informasi yang tercantum di situs resmi pendaftaran petugas haji, proses seleksi petugas haji untuk periode 1447 Hijriah atau 2026 Masehi telah dilaksanakan pada 6 hingga 18 Desember 2025.
  • Kesimpulan pemeriksaan fakta ini jelas: unggahan yang mengklaim adanya pembukaan pendaftaran petugas haji 2026 dengan mencatut nama dan logo Kementerian Haji dan Umrah adalah tidak benar dan menyesatkan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *