Kota Yogyakarta kembali menghadirkan destinasi wisata budaya dan ruang kreatif baru bagi masyarakat dan wisatawan. Bernama Oase Malioboro, wahana ini dikembangkan sebagai sarana dan wadah inklusif bagi para seniman Yogyakarta untuk mengekspresikan serta menampilkan karya kreatif mereka kepada publik.
Apa itu Oase Malioboro, di mana lokasinya, dan kapan diperkenalkan? Oase Malioboro mengusung konsep Cultural Creative Park dan berada di kawasan sumbu filosofis Kota Yogyakarta, tidak jauh dari denyut kawasan Malioboro. Wahana ini resmi diperkenalkan melalui acara soft opening yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, seniman, hingga pelaku industri kreatif.
Oase Malioboro dirancang tidak hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga ruang komunal yang mempertemukan masyarakat, wisatawan, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif. Kawasan ini mengusung konsep perpaduan kearifan lokal dengan kreativitas masa kini melalui berbagai fasilitas dan aktivitas berbasis budaya.
Direktur Utama PT AMI Ir. Priyono Bambang Hernowo menjelaskan bahwa Oase Malioboro dikembangkan dengan visi mempertemukan kearifan lokal dan modernitas. Kawasan ini mengangkat tiga pilar filosofi Jawa sebagai landasan konsep kreatifnya, yakni Sangkan Paraning Dumadi, Hamemayu Hayuning Bawana, dan Manunggaling Kawula Gusti.
Pilar pertama, Sangkan Paraning Dumadi, mengajak pengunjung untuk merenungkan asal-usul kehidupan. Pilar kedua, Hamemayu Hayuning Bawana, mengandung inspirasi untuk memperindah dan melestarikan lingkungan sekitar. Pilar ketiga, Manunggaling Kawula Gusti, berbicara tentang kesatuan manusia dengan Sang Pencipta. Ketiga filosofi itu menjadi benang merah yang mengikat seluruh pengalaman di kawasan ini.
Sebagai Cultural Creative Park, Oase Malioboro menawarkan pengalaman yang dirancang untuk melibatkan kelima indra pengunjung. Sejumlah zona disiapkan untuk mendukung aktivitas seni, budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif. Di antaranya ruang kreasi kolaboratif, panggung rupa dan bunyi, pasar raya dan kriya, serta sudut kontemplasi visual yang dilengkapi ruang edukasi interaktif.
Mengapa ruang seperti ini penting bagi Yogyakarta? Malioboro selama ini dikenal sebagai pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Jogja, dengan pedestrian yang luas, deretan toko oleh-oleh, seniman jalanan, dan suasana malam yang hidup. Kehadiran Oase Malioboro menambah wajah baru pariwisata kota: bukan sekadar tempat berbelanja dan berfoto, tetapi ruang untuk berkarya, berkolaborasi, dan belajar budaya.
Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan sangat mendukung hadirnya destinasi baru ini. Bagi seniman dan pelaku UMKM, Oase Malioboro membuka panggung dan pasar baru. Bagi wisatawan, kawasan ini menawarkan alasan tambahan untuk tinggal lebih lama di Yogyakarta: menyaksikan pertunjukan, mengikuti kegiatan kreatif, membeli kriya langsung dari pembuatnya, dan meresapi filosofi Jawa yang menjadi jiwa kota ini.
Apa poin penting dari berita ini?
- Oase Malioboro adalah wahana wisata budaya dan ruang kreatif baru di kawasan sumbu filosofis Kota Yogyakarta.
- Wahana ini mengusung konsep Cultural Creative Park dan resmi diperkenalkan lewat acara soft opening yang dihadiri pejabat, tokoh masyarakat, seniman, dan pelaku industri kreatif.
- Oase Malioboro dikembangkan sebagai wadah inklusif bagi seniman Yogyakarta untuk mengekspresikan dan menampilkan karya kreatif mereka.
- Tiga pilar filosofi Jawa menjadi landasan konsepnya, yakni Sangkan Paraning Dumadi, Hamemayu Hayuning Bawana, dan Manunggaling Kawula Gusti.
- Zona yang disiapkan meliputi ruang kreasi kolaboratif, panggung rupa dan bunyi, pasar raya dan kriya, serta sudut kontemplasi visual dengan ruang edukasi interaktif.


