Sutradara Garin Nugroho menyuarakan dukungan untuk Palestina saat menayangkan film terbarunya di Tokyo, Jepang, pada Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, Garin meneriakkan Free Palestine, sebuah seruan yang langsung menjadi sorotan. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana seorang sineas Indonesia membawa kegelisahannya tentang kekerasan di Indonesia dan dunia ke dalam ruang festival film internasional.
Film terbaru Garin yang ditayangkan di Tokyo itu adalah Merah Sebelum Fajar, karya yang dibintangi Nicholas Saputra. Menurut laporan ANTARA, kegeraman Garin atas sejumlah kekerasan yang terjadi di Indonesia dan dunia diwujudkan lewat film tersebut. Dengan kata lain, film ini bukan sekadar tontonan, melainkan medium bagi sang sutradara untuk menyampaikan sikap dan keprihatinannya.
Tokyo International Film Festival menjadi panggung yang tepat bagi pernyataan semacam itu. Festival ini mempertemukan sineas dari berbagai negara, sehingga pesan yang disampaikan di sana berpotensi menjangkau penonton internasional yang lebih luas. Kehadiran film Indonesia di kompetisi dan program festival semacam ini sekaligus menegaskan posisi sinema Indonesia dalam percakapan perfilman dunia.
Garin Nugroho sendiri dikenal sebagai salah satu sutradara Indonesia yang karya-karyanya lekat dengan isu sosial, budaya, dan kemanusiaan. Sepanjang kariernya, ia kerap mengangkat tema-tema yang tidak ringan, mulai dari konflik, identitas, hingga ketidakadilan. Seruan Free Palestine di Tokyo pun sejalan dengan rekam jejak tersebut, di mana seni diposisikan sebagai bentuk keberpihakan, bukan sekadar hiburan.
Seruan itu juga datang di tengah perhatian dunia terhadap konflik di Palestina yang terus memakan korban sipil. Bagi sebagian penonton, pernyataan seorang sineas di festival internasional bisa menjadi pengingat bahwa isu kemanusiaan tidak hanya hidup di ruang berita, tetapi juga di ruang seni. Film, dengan kemampuannya menyentuh emosi, sering kali menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut.
Pada akhirnya, momen Garin di Tokyo menunjukkan bahwa festival film bukan hanya soal karpet merah dan penghargaan. Ia juga menjadi ruang di mana sineas menyampaikan pandangan dunianya, dan di mana penonton dari berbagai negara bisa bertemu dengan realitas yang mungkin jauh dari keseharian mereka. Lewat Merah Sebelum Fajar dan seruannya, Garin menegaskan bahwa sinema Indonesia hadir di panggung dunia dengan suara yang jelas.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sutradara Garin Nugroho menyuarakan dukungan untuk Palestina saat menayangkan film terbarunya di Tokyo pada Oktober 2026.
- Garin meneriakkan Free Palestine dalam kesempatan tersebut, yang kemudian menjadi sorotan.
- Film yang ditayangkan adalah Merah Sebelum Fajar yang dibintangi Nicholas Saputra.
- Kegeraman Garin atas kekerasan di Indonesia dan dunia diwujudkan lewat film tersebut.
- Tokyo International Film Festival menjadi panggung internasional yang mempertemukan sineas dari berbagai negara.


