Sunday, 1 November 2026
Nasional

Baznas Raih Best Sharia Awards 2026, 302.994 Mustahik Dientaskan dari Kemiskinan

Perwakilan Baznas memegang plakat penghargaan Best Sharia Awards 2026 di atas panggung

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meraih penghargaan Excellence in Zakat Empowerment atas keberhasilannya membebaskan 302.994 mustahik dari kemiskinan selama tahun 2025. Apresiasi ini diserahkan dalam ajang Best Sharia Awards 2026 yang digelar Investortrust.id dan Infovesta Utama Syariah di Jakarta.

Capaian tersebut disampaikan Baznas dalam siaran pers humasnya pada 30 Oktober 2026. Pengelolaan zakat nasional sepanjang 2025 tercatat mampu mengentaskan 302.994 jiwa dari kemiskinan, dengan 113.134 jiwa di antaranya berasal dari kelompok miskin ekstrem.

Angka itu memberikan kontribusi sebesar 5,84 persen terhadap total pengentasan kemiskinan nasional pada tahun yang sama. Dari total capaian tersebut, Baznas RI secara langsung turut menyumbang pengentasan 18.035 jiwa dari kemiskinan.

Pimpinan Baznas RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Zainulbahar Noor, mengatakan pengelolaan zakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 memiliki tujuan utama pencegahan dan pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut mengemuka pada Public Expose Hasil Perhitungan Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat 2026 yang digelar secara daring pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam forum itu, Baznas menyampaikan kinerja pengelolaan zakat nasional tahun 2025 berdasarkan Indeks Zakat Nasional (IZN) versi 3.0 yang semakin meningkat baik dengan nilai 0,57 atau berada pada kategori stabil.

Direktur Kajian dan Pengembangan Baznas RI, Muhammad Hasbi Zaenal, menjelaskan bahwa IZN merupakan satu-satunya instrumen resmi yang digunakan Baznas untuk memotret kualitas dan performa pengelolaan zakat di seluruh wilayah Indonesia.

Pada 2025, partisipasi pengisian IZN mencapai 426 lembaga, menjadi capaian tertinggi sejak implementasi IZN dimulai pada 2016. Nilai IZN nasional merupakan hasil akumulasi dari seluruh nilai IZN kabupaten, kota, dan provinsi.

Zainulbahar menilai IZN bisa menjadi pertimbangan dalam penyusunan indeks pembangunan ekonomi syariah nasional. Ia berharap hasil IZN 2025 dapat menjadi instrumen evaluasi berkelanjutan dan memperkuat peran zakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia pada 2026 dan seterusnya.

Melalui IZN, Baznas tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sistem yang dimiliki serta dampaknya secara terukur. Setiap rupiah dana muzaki harus dapat dipertanggungjawabkan secara syariah dan profesional, serta memberikan perubahan nyata secara sosial dan ekonomi.

Penghargaan Excellence in Zakat Empowerment pada Best Sharia Awards 2026 menjadi pengakuan atas capaian tersebut. Baznas menegaskan bahwa capaian pengentasan 302.994 mustahik itu merupakan hasil kerja bersama seluruh ekosistem zakat nasional, bukan hanya Baznas RI semata.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Baznas RI meraih penghargaan Excellence in Zakat Empowerment pada Best Sharia Awards 2026 yang digelar Investortrust.id dan Infovesta Utama Syariah.
  • Sepanjang 2025, pengelolaan zakat nasional mengentaskan 302.994 jiwa dari kemiskinan, termasuk 113.134 jiwa dari kelompok miskin ekstrem.
  • Capaian itu berkontribusi 5,84 persen terhadap total pengentasan kemiskinan nasional; Baznas RI secara langsung menyumbang 18.035 jiwa.
  • Indeks Zakat Nasional versi 3.0 tahun 2025 bernilai 0,57 atau kategori stabil, dengan partisipasi 426 lembaga, tertinggi sejak 2016.
  • Baznas berharap capaian ini menjadi evaluasi berkelanjutan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan pada 2026 dan seterusnya.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *