Sunday, 1 November 2026
Politik

Yorrys Raweyai Dorong Suara Daerah Muncul ke Permukaan Lewat Pemberitaan Nasional

Seorang pria berkacamata berbicara ke mikrofon dalam sebuah acara

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Yorrys Raweyai, mendorong agar aspirasi masyarakat daerah mendapat ruang lebih luas dalam pemberitaan nasional. Dorongan itu disampaikan Yorrys saat membuka Workshop dan Pelatihan Jurnalistik bertajuk “Mengawal Aspirasi, Menyebar Informasi” di Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 300 peserta, yang terdiri atas staf anggota DPD RI dan jajaran Sekretariat Jenderal DPD RI. Workshop ini bertujuan meningkatkan kemampuan jurnalistik, khususnya dalam mengolah dan menyampaikan informasi kelembagaan kepada publik, agar kerja DPD RI dapat dipahami masyarakat secara lebih baik.

Yorrys mengatakan, sejak awal periode kepemimpinan DPD RI 2024-2029, pimpinan lembaga tersebut memberikan perhatian terhadap pemberitaan isu-isu daerah. Menurutnya, berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat daerah perlu mendapat ruang dalam pemberitaan agar diketahui lebih luas dan menjadi bagian dari pembahasan di tingkat nasional.

“Suara-suara masyarakat di daerah yang selama ini jauh dari tangkapan media massa senantiasa didorong untuk muncul ke permukaan, menjadi isu nasional, dan menjadi subjek pembangunan,” tegas Yorrys. Pernyataan itu menjadi inti pesannya: daerah tidak boleh hanya menjadi objek berita, melainkan subjek pembangunan yang suaranya didengar.

Senator asal Papua Tengah itu menekankan bahwa slogan “Dari Daerah Untuk Indonesia” bukan sekadar ungkapan seremonial. Slogan tersebut, menurutnya, mengandung pesan bahwa persoalan di daerah harus mendapat perhatian bersama dan menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional. Mengangkat isu kedaerahan, dalam pandangan itu, sama halnya dengan mendorong persoalan daerah menjadi perhatian bersama.

Persoalan yang dimaksud Yorrys adalah persoalan yang dihadapi masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan maupun dari perhatian media. Masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar sering kali menghadapi keterbatasan infrastruktur, pelayanan publik, dan akses ekonomi, tetapi kisah mereka jarang menjadi berita utama. Akibatnya, persoalan mereka juga jarang masuk dalam pembahasan kebijakan.

Di sinilah peran jurnalistik kelembagaan menjadi penting. Staf anggota DPD RI yang mampu menulis dan menyampaikan informasi dengan baik dapat membantu mengangkat persoalan daerah ke permukaan. Pemberitaan yang baik tidak sekadar mengumumkan kegiatan lembaga, melainkan menjelaskan persoalan warga, data yang melatarinya, dan langkah yang ditempuh untuk mengatasinya.

Namun Yorrys juga menyadari bahwa pemberitaan saja tidak cukup. Pengangkatan suatu persoalan menjadi berita nasional tidak dengan sendirinya menjamin perubahan kebijakan. Diperlukan tindak lanjut dari pihak terkait, baik pemerintah maupun parlemen, agar aspirasi yang telah disuarakan benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan dan anggaran.

Pesan Yorrys itu sejalan dengan fungsi DPD RI sebagai lembaga perwakilan daerah. DPD RI dibentuk untuk memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional, dan salah satu jalannya adalah memastikan suara daerah terdengar dalam pembahasan pembangunan. Workshop jurnalistik ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat jalan itu, dengan membekali staf DPD RI kemampuan menyampaikan aspirasi daerah secara lebih efektif kepada publik.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai mendorong aspirasi masyarakat daerah mendapat ruang lebih luas dalam pemberitaan nasional.
  • Dorongan itu disampaikan saat membuka Workshop dan Pelatihan Jurnalistik “Mengawal Aspirasi, Menyebar Informasi” di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.
  • Kegiatan itu diikuti lebih dari 300 peserta dari staf anggota DPD RI dan jajaran Sekretariat Jenderal DPD RI.
  • Yorrys menegaskan slogan “Dari Daerah Untuk Indonesia” bukan sekadar ungkapan seremonial, melainkan pesan agar persoalan daerah menjadi perhatian bersama.
  • Pemberitaan saja tidak cukup; diperlukan tindak lanjut kebijakan agar aspirasi daerah benar-benar ditindaklanjuti.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *