Para peneliti di University of Illinois Urbana-Champaign mengembangkan sistem otonom bernama CORTEX yang mampu mendekati wahana antariksa yang tidak lagi bisa berkomunikasi, bahkan ketika pendorongnya gagal atau wahana itu melenceng dari jalurnya. Sistem ini diuji di laboratorium dengan skenario kegagalan yang disengaja, dan hasilnya dipublikasikan pada 2026 di jurnal Acta Astronautica. Temuan ini penting karena jumlah satelit tak berfungsi di orbit Bumi terus bertambah, sementara belum ada layanan perbaikan otonom untuk wahana yang tidak kooperatif.
Masalahnya nyata dan terus membesar. Menurut Badan Antariksa Eropa, terdapat sekitar 19.440 satelit yang mengorbit Bumi, dan 3.540 di antaranya tidak berfungsi atau tidak lagi memancarkan sinyal yang memperingatkan wahana lain tentang posisinya. Di atas itu, terdapat lebih dari 8.000 metrik ton puing antariksa yang tidak bisa bermanuver maupun berkomunikasi. Wahana-wahana yang “tertidur” ini bagaikan pasien tak sadarkan diri: wahana servis harus mendekatinya tanpa bantuan apa pun dari target.
CORTEX, singkatan dari Convex Optimization for Rendezvous Trajectory Execution, dirancang oleh Minduli Wijayatunga, dosen baru teknik dirgantara di Grainger College of Engineering. Sistem ini mengatur lintasan pendekatan jarak dekat dan panduan wahana servis, dengan mempertimbangkan jendela cahaya Matahari. Pendekatan hanya dilakukan saat ada cahaya yang cukup untuk melihat target, menyelesaikan operasi jarak dekat, lalu pergi dengan aman. Gerhana menjadi perhatian khusus, karena kegelapan membatasi kemampuan pendorong dan membahayakan keselamatan pendekatan.
Bagaimana sistem ini bekerja saat terjadi kegagalan? Dalam uji perangkat keras di laboratorium, tim peneliti sengaja mendorong wahana servis hingga melenceng dari jalurnya, mematikan pendorong pada saat pendorong itu seharusnya menyala, serta memperbesar kesalahan posisi dan dorongan untuk meniru gangguan seperti badai Matahari. CORTEX kemudian memutuskan sendiri: menyusun ulang lintasan dan mendekati target lagi, atau membatalkan pendekatan, mundur ke orbit yang aman secara pasif, dan mencoba lagi nanti.
Hasilnya menunjukkan ketahanan yang kuat. Dalam sejumlah uji, wahana servis yang melanggar koridor pendekatan keluar dari zona larangan dan mundur ke posisi aman. Dalam uji lain, wahana itu mampu pulih dan melanjutkan misinya. Keputusan untuk melewatkan target lalu mengatur ulang pendekatan juga diambil secara otonom, tanpa menunggu perintah dari pusat kendali di Bumi. Hal ini krusial, karena jeda komunikasi antara wahana perbaikan dan Bumi serta jendela komunikasi yang terbatas membuat kendali jarak jauh tidak selalu memungkinkan.
Mengapa pendekatan otonom diperlukan? Perbaikan wahana di orbit tidak bisa menunggu instruksi dari Bumi pada setiap langkah. Ketika pendorong gagal atau gangguan orbit mendorong wahana menjauh dari lintasan nominalnya, keputusan harus diambil dalam hitungan cepat di tempat. CORTEX menjawab kebutuhan itu dengan arsitektur perencanaan ulang versus pembatalan, yang menurut peneliti merupakan hal baru dalam sistem ini, bersama dengan pertimbangan jendela cahaya Matahari.
Langkah berikutnya adalah memperluas otonomi ke fase yang lebih awal. Wijayatunga menyebut salah satu proyek lanjutannya memakai pembelajaran penguatan (reinforcement learning) untuk merencanakan ulang fase sebelum pendekatan jarak dekat, yakni fase rendezvous jauh ketika target terlihat dari jarak sekitar 30 kilometer hingga 3 kilometer. Meski pelayanan otonom untuk target yang tidak kooperatif belum pernah dicoba di antariksa, pendekatan jarak dekat ke objek yang tidak kooperatif sudah pernah divalidasi secara eksperimental di antariksa oleh misi ADRAS-J. CORTEX membawa gagasan itu selangkah lebih maju, dari eksperimen menuju sistem yang siap menghadapi kegagalan nyata.
Apa poin penting dari berita ini?
- CORTEX adalah sistem otonom untuk pendekatan jarak dekat wahana servis ke wahana yang tidak lagi berkomunikasi.
- Sistem ini dikembangkan di University of Illinois Urbana-Champaign dan dipublikasikan di jurnal Acta Astronautica pada 2026.
- Sekitar 3.540 dari 19.440 satelit di orbit Bumi tidak berfungsi atau tidak memancarkan sinyal peringatan.
- Dalam uji laboratorium, CORTEX mampu menyusun ulang lintasan atau membatalkan pendekatan ke orbit aman saat pendorong gagal.
- Pendekatan dilakukan dengan mempertimbangkan jendela cahaya Matahari agar target selalu terlihat.


