Selisih yang sangat tipis akhirnya terungkap di balik gelar Ballon d’Or 2026. Penyelenggara penghargaan sepak bola paling bergengsi itu merilis hasil pemungutan suara pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dan Harry Kane tercatat hanya unggul 28 poin dari Kylian Mbappe dalam perebutan gelar pemain terbaik dunia.
Pengumuman rincian suara ini menjadi penutup dari rangkaian Ballon d’Or 2026 yang sebelumnya sudah memastikan Kane sebagai pemenang. Selama ini publik hanya mengetahui siapa yang keluar sebagai juara, tanpa gambaran seberapa ketat persaingan di antara para finalis. Kini, angka 28 poin itu memberi gambaran yang lebih jelas: perebutan gelar tahun ini berlangsung sangat sengit hingga akhir penghitungan.
Ballon d’Or sendiri ditentukan lewat pemungutan suara yang melibatkan jurnalis sepak bola dari berbagai negara. Setiap pemilih menyusun daftar pemain terbaik berdasarkan penampilan sepanjang musim, dan poin diberikan sesuai urutan pilihan. Karena itu, selisih puluhan poin dalam penghitungan akhir tergolong kecil, apalagi bila dibandingkan dengan total suara yang diperebutkan oleh para kandidat teratas.
Bagi Kane, kemenangan ini terasa istimewa karena mengakhiri dominasi panjang dua nama besar, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang selama bertahun-tahun silih berganti menguasai penghargaan tersebut. Keberhasilan Kane menunjukkan bahwa panggung pemain terbaik dunia kini semakin terbuka, dengan generasi penyerang baru yang tampil konsisten di level klub maupun tim nasional.
Mbappe sendiri bukan lawan yang mudah. Penyerang asal Prancis itu selama ini selalu masuk dalam bursa teratas setiap kali Ballon d’Or digelar, berkat ketajaman dan pengaruhnya di pertandingan-pertandingan besar. Fakta bahwa ia hanya tertinggal 28 poin menegaskan bahwa persaingan Kane dan Mbappe berjalan beriringan hingga detik-detik terakhir penghitungan suara.
Rilis hasil voting seperti ini juga penting bagi transparansi penghargaan. Dengan membuka rincian suara, penyelenggara memberi ruang bagi publik, pengamat, dan penggemar untuk menilai sendiri bagaimana peta dukungan terhadap para kandidat terbentuk. Cara ini sekaligus menjaga kredibilitas Ballon d’Or di tengah perdebatan yang selalu menyertai setiap edisinya.
Ke depan, persaingan untuk Ballon d’Or berikutnya diprediksi tetap terbuka. Kane harus mempertahankan konsistensinya, sementara Mbappe dan para pesaing lain tentu akan berusaha membalikkan keadaan pada musim berikutnya. Selisih 28 poin pada edisi 2026 menjadi pengingat bahwa gelar pemain terbaik dunia bisa ditentukan oleh margin yang sangat kecil.
Apa poin penting dari berita ini?
- Hasil voting Ballon d’Or 2026 dirilis pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dengan Harry Kane unggul 28 poin dari Kylian Mbappe.
- Selisih 28 poin menunjukkan persaingan gelar pemain terbaik dunia tahun ini berlangsung sangat ketat.
- Kemenangan Kane mengakhiri dominasi panjang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo atas penghargaan tersebut.
- Rincian suara yang dibuka ke publik menjaga transparansi dan kredibilitas Ballon d’Or.
- Persaingan menuju edisi berikutnya diprediksi tetap terbuka, dengan Mbappe sebagai pesaing terdekat Kane.


