Sunday, 1 November 2026
Bollywood

Rajiv Rai Klarifikasi Rilis Ulang Mohra: Hanya Layar Tunggal, Bukan Menantang Ramayana

Kolase sutradara Rajiv Rai, adegan film Mohra, dan tokoh Ramayana memegang busur

Sutradara Rajiv Rai akhirnya meluruskan kabar tentang rencana rilis ulang film legendarisnya, Mohra (1994). Setelah sebelumnya diberitakan bahwa film yang dibintangi Akshay Kumar, Suniel Shetty, dan Raveena Tandon itu akan kembali ke bioskop pada Diwali dan berbenturan dengan Ramayana yang sangat dinanti, Rai berbicara secara eksklusif dari Koh Samui, Thailand, tempat ia menghadiri sebuah acara, dan memberikan klarifikasi penting.

Rai membenarkan bahwa Mohra memang akan dirilis ulang, tetapi dengan skala yang sangat terbatas dan kecil: hanya di layar-layar tunggal di seluruh negeri. Film itu akan terus berkeliling dari satu pusat pemutaran ke pusat lainnya selama sekitar enam bulan. Pola yang sama juga berlaku untuk film terbarunya, Zora, yang dirilis ulang pada 23 Oktober, dan kemungkinan akan diikuti oleh film-film lamanya yang lain.

Alasan di balik pilihan layar tunggal itu bersifat praktis. Rai menjelaskan bahwa film-film tersebut tidak akan tayang di jaringan multipleks seperti PVR, karena harga tiket di sana curam dan biaya Virtual Print Fee yang dibebankan bioskop terbilang tinggi. Film-film lama sudah ditonton jutaan kali, sehingga secara bisnis hasilnya bisa diabaikan. Ia menyebut langkah ini sekadar sebagai latihan, meski ia mengakui bahwa film yang diputar ulang kadang-kadang memang bisa sangat sukses, walau itu jarang terjadi.

Kunci strateginya adalah perputaran. Dengan terus memindahkan film dari satu kota ke kota lain di seluruh India, total penonton yang terkumpul dari waktu ke waktu bisa menjadi jumlah yang terhormat. Model ini berbeda dengan rilis baru yang mengandalkan ledakan penonton pada akhir pekan pertama. Untuk film lama, kesabaran dan jangkauan geografis menjadi pengganti gempita pembukaan.

Soal dugaan bentrokan dengan Ramayana, Rai menjawab dengan tegas: ia tidak datang untuk melawan Ramayana. Karena semua pihak menjauhi Diwali, terbuka celah di pusat-pusat kecil, dan ia mencoba memanfaatkannya. Diwali juga dianggap sebagai tanggal yang baik untuk memulai sesuatu. Lagi pula, Ramayana tidak mungkin memesan semua bioskop di seluruh negeri, dan Rai bahkan menyebut mungkin tidak akan ada satu pun bioskop untuk Mohra di Mumbai, sehingga tidak ada bentrokan yang sesungguhnya.

Pada akhirnya, klarifikasi ini menggambarkan dua dunia yang berjalan berdampingan di industri film India. Di satu sisi ada rilis raksasa seperti Ramayana yang memperebutkan layar terbanyak, di sisi lain ada penonton tertentu yang tetap ingin mengunjungi layar lebar untuk film-film lama. Bagi penonton kelompok kedua itulah Mohra diputar ulang, bukan untuk menantang siapa pun, melainkan untuk memenuhi kerinduan yang masih ada.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Rajiv Rai mengklarifikasi bahwa Mohra (1994) memang dirilis ulang, tetapi hanya secara sangat terbatas di layar tunggal di seluruh negeri.
  • Film itu akan berkeliling berbagai pusat pemutaran selama sekitar enam bulan, seperti halnya Zora yang dirilis ulang pada 23 Oktober.
  • Mohra tidak akan tayang di jaringan multipleks seperti PVR karena harga tiket yang curam dan biaya Virtual Print Fee yang tinggi.
  • Rai menegaskan ia tidak datang melawan Ramayana, dan bahkan mungkin tidak ada bioskop untuk Mohra di Mumbai.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *