Puluhan ribu orang, yang sebagian besar terdiri dari pelajar dan pekerja, turun ke jalan di berbagai wilayah Italia dalam aksi demonstrasi dan mogok umum yang digelar pada Jumat, 30 Oktober 2026. Aksi ini dilaporkan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, setelah sehari sebelumnya mengguncang kota-kota besar di negara tersebut.
Aksi tersebut merupakan mogok umum 24 jam yang diserukan serikat pekerja USB (Unione Sindacale di Base). Mogok ini meluas ke lebih dari 60 kota, termasuk Roma, Milan, Turin, Bologna, dan Padova. Para peserta memprotes mahalnya biaya hidup, kondisi sekolah, serta perang dan peningkatan anggaran militer yang mereka sebut sebagai persenjataan kembali.
Di Roma, pawai pelajar yang awalnya berjalan damai berubah tegang pada malam hari. Sekelompok kecil demonstran, yang diperkirakan berjumlah sekitar 300 orang, memisahkan diri dari rombongan utama di sekitar Colosseum. Di kawasan Via Claudia, terjadi pelemparan benda ke arah aparat, dan polisi antihuru-hara kemudian membubarkan kelompok tersebut. Rombongan utama sendiri menyelesaikan perjalanannya di kawasan Piramide.
Di Milan, pawai yang berangkat dari Stasiun Centrale bergerak menuju Corso Buenos Aires dan Piazzale Loreto, lalu memasuki Jalan Tol Lingkar Timur (Tangenziale Est) dan memblokirnya selama sekitar satu setengah jam. Di Turin, ketegangan terjadi di pusat kota, terutama di Piazza Castello. Sementara itu di Bologna, para pelajar memblokir pintu masuk sejumlah sekolah, dan di Padova, sebuah papan bergambar menteri pendidikan dibakar oleh demonstran.
Di tengah ketegangan itu, muncul pula adegan-adegan yang kontras. Di Roma, seorang penari balet menari di depan barikade polisi dekat Kementerian Pendidikan dengan iringan lagu Bella Ciao. Di Turin, seorang pemuda melamar kekasihnya di depan aparat berseragam antihuru-hara, dan seorang perempuan memberikan bunga kepada petugas. Di Bologna, sejumlah anggota polisi keuangan menurunkan helm dan perisai saat pawai melintas.
Jumlah peserta aksi masih menjadi perdebatan. Serikat pekerja USB mengklaim jumlah peserta melampaui satu juta orang di seluruh Italia. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Italia memperkirakan jumlahnya sekitar 300 ribu orang. Perbedaan klaim seperti ini lazim terjadi dalam aksi besar, karena pihak penyelenggara dan aparat menggunakan metode penghitungan yang berbeda.
Aksi di Italia itu berlangsung bersamaan dengan mogok pekerja pelabuhan di sejumlah negara. Para pekerja pelabuhan di lima benua melakukan mogok selama 24 jam, penghentian kerja sementara, dan blokade, dengan tuntutan penghentian pengiriman senjata, amunisi, dan peralatan militer melalui pelabuhan komersial. Pelabuhan-pelabuhan besar Eropa yang ikut serta antara lain Genoa, Marseille, Le Havre, Hamburg, Valencia, Barcelona, dan Piraeus.
Di Italia sendiri, serikat pekerja pelabuhan USB mendeklarasikan mogok umum nasional yang mencakup protes di lebih dari 40 kota. Para penyelenggara aksi pelabuhan itu menyatakan telah melacak ratusan pengiriman komponen untuk produsen senjata melalui puluhan pelabuhan selama belasan bulan terakhir, dan menuding pemerintah serta perusahaan pelayaran tetap membuka jalur pasokan militer.
Kewaspadaan masih tinggi pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Sejumlah toko di Milan kembali memasang panel pelindung di etalase mereka, dan sebuah pusat perbelanjaan besar di Piazza Duomo mengumumkan tutup lebih awal. Aksi ini menunjukkan bahwa persoalan biaya hidup, pendidikan, dan perang telah menjadi sumber keresahan yang meluas, dan belum menemukan titik temu antara pemerintah dan para pengunjuk rasa.
Apa poin penting dari berita ini?
- Puluhan ribu pelajar dan pekerja turun ke jalan di berbagai wilayah Italia dalam mogok umum pada Jumat, 30 Oktober 2026.
- Aksi yang diserukan serikat pekerja USB itu meluas ke lebih dari 60 kota, dengan tuntutan soal biaya hidup, sekolah, perang, dan persenjataan kembali.
- Ketegangan terjadi di Roma, Turin, dan Milan, termasuk pemblokiran Jalan Tol Lingkar Timur Milan selama sekitar satu setengah jam.
- Jumlah peserta diperselisihkan: USB mengklaim lebih dari satu juta orang, sementara Kementerian Dalam Negeri Italia memperkirakan sekitar 300 ribu orang.
- Aksi di Italia berlangsung bersamaan dengan mogok pekerja pelabuhan di sejumlah negara yang menuntut penghentian pengiriman senjata melalui pelabuhan komersial.


