Sunday, 1 November 2026
Horror

Ilmuwan Roket yang Memanggil Setan: Kisah Horor Nyata Jack Parsons, Perintis Roket Amerika

Potret ilmuwan roket Jack Parsons dengan latar peralatan roket era awal

Nama Jack Parsons dikenal dalam sejarah teknologi roket Amerika Serikat, tetapi di balik jasnya sebagai perintis roket, tersimpan kisah kelam yang terdengar seperti cerita horor. Parsons, salah satu tokoh awal pengembangan roket di Amerika, juga menjalani serangkaian ritual okultisme yang rumit dengan tujuan memanggil sosok dewi dari dunia lain ke dalam wujud fisik.

Parsons hidup pada masa ketika teknologi roket masih berada di tahap paling awal. Ia termasuk generasi perintis yang bereksperimen dengan bahan bakar roket dan membantu meletakkan dasar bagi lembaga penelitian roket yang kelak berkembang menjadi bagian penting dari program antariksa Amerika. Di siang hari ia adalah ilmuwan dan insinyur, tetapi di malam hari ia menekuni dunia okultisme yang sangat berbeda dari laboratoriumnya.

Ketertarikan Parsons pada okultisme bukan sekadar iseng. Ia mengikuti ajaran Thelema yang dipopulerkan Aleister Crowley, seorang tokoh okultis Inggris yang kontroversial. Dalam keyakinan itu, ritual dan simbol memiliki makna spiritual yang serius, dan Parsons menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Ia percaya bahwa lewat ritual tertentu, manusia bisa berhubungan dengan kekuatan di luar dunia fisik.

Rangkaian ritual yang paling terkenal dari Parsons adalah apa yang kemudian dikenal sebagai Babalon Working, yang ia jalani pada 1946 bersama L. Ron Hubbard, yang kelak mendirikan Scientology. Ritual itu bertujuan memanggil sosok dewi yang disebut Babalon agar hadir dalam wujud fisik. Bagi Parsons, ritual tersebut bukan pertunjukan, melainkan upaya spiritual yang ia yakini benar-benar bisa mengubah kenyataan.

Kisah ini menjadi semakin kelam karena akhir hidup Parsons sendiri. Ia meninggal pada 1952 dalam sebuah ledakan di laboratorium rumahnya, pada usia yang masih muda. Kematian yang tragis itu kemudian ikut memperkuat aura misteri di sekeliling namanya: seorang ilmuwan roket yang bekerja dengan bahan peledak setiap hari, sekaligus seorang okultis yang memanggil kekuatan gaib, tewas dalam ledakan yang sampai kini masih diperdebatkan penyebab pastinya.

Mengapa kisah Parsons terus diceritakan hingga kini? Salah satu alasannya adalah kontras yang ekstrem di dalam dirinya. Ia adalah bukti bahwa sains dan kepercayaan mistis bisa hidup berdampingan dalam satu orang, bahkan dalam satu kepala. Kontras itu pula yang membuat kisahnya menarik bagi penulis, pembuat film, dan pembaca yang penasaran pada sisi gelap sejarah sains.

Di sisi lain, kisah Parsons juga menjadi pengingat bahwa tokoh-tokoh besar dalam sejarah teknologi tidak selalu hidup lurus dan rasional sepenuhnya. Mereka adalah manusia dengan keyakinan, obsesi, dan sisi gelap masing-masing. Mengenal sisi itu tidak mengurangi kontribusi Parsons pada teknologi roket, tetapi membuat potret sejarah menjadi lebih jujur dan lebih manusiawi.

Bagi pembaca masa kini, kisah Jack Parsons bisa dibaca sebagai cerita horor nyata: bukan tentang hantu yang menakut-nakuti, melainkan tentang seorang manusia yang begitu yakin pada dunia gaib hingga ia rela menjalani ritual demi ritual untuk memanggilnya. Dan seperti banyak cerita horor lainnya, kisah ini berakhir dengan kematian yang tragis dan misteri yang tidak pernah sepenuhnya terpecahkan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Jack Parsons adalah perintis roket Amerika yang juga menekuni okultisme secara serius.
  • Ia mengikuti ajaran Thelema yang dipopulerkan Aleister Crowley.
  • Pada 1946 ia menjalani ritual Babalon Working bersama L. Ron Hubbard untuk memanggil sosok dewi ke wujud fisik.
  • Parsons meninggal pada 1952 dalam ledakan di laboratorium rumahnya.
  • Kisahnya terus diceritakan karena kontras ekstrem antara dirinya sebagai ilmuwan roket dan sebagai okultis.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *