Film terbaru Shah Rukh Khan yang berjudul King dilaporkan mencetak rekor baru di sinema India, bahkan sebelum tayang di bioskop. Menurut laporan yang beredar, hak edar luar negeri film tersebut telah diakuisisi senilai 175 crore rupee, atau lebih dari 18 juta dolar Amerika, sebuah angka yang belum pernah dicapai film India mana pun sebelumnya.
Laporan itu menyebutkan perusahaan distribusi Phars Films sebagai pihak yang mengakuisisi hak penjualan film tersebut di luar negeri. Nilai yang dibayarkan disebut berbentuk minimum guarantee, yakni jumlah yang dijamin distributor kepada pemegang hak. Hingga kini, menurut laporan yang sama, belum ada film India yang mencapai angka 100 crore rupee untuk hak edar luar negeri, sehingga capaian King dinilai sangat luar biasa.
Yang menarik, selama ini hak edar luar negeri film-film Shah Rukh Khan berada di tangan Yash Raj Films. Perusahaan itu dikenal mendistribusikan Pathaan dan Jawan yang dibintangi Shah Rukh Khan pada 2023 dan meraih kesuksesan besar. Namun Phars Films bukan pemain baru: perusahaan ini pernah bermitra dengan Yash Raj Films untuk banyak film dan menangani sendiri distribusi film Saaho yang dibintangi Prabhas di luar negeri.
Besaran minimum guarantee itu sekaligus menjadi cerminan keyakinan distributor terhadap performa bioskop King. Di pasar luar negeri, distributor biasanya hanya menerima sekitar 50 persen dari pendapatan kotor box office. Artinya, agar balik modal, King harus meraup sekitar 37 hingga 40 juta dolar Amerika di luar negeri, atau setara pendapatan kotor internasional sekitar 350 hingga 375 crore rupee.
Angka itu menempatkan King pada posisi yang menantang sekaligus menjanjikan. Dua film tersukses Shah Rukh Khan sebelumnya, Pathaan dan Jawan, masing-masing meraup sekitar 400 crore rupee di luar negeri. Jika King mampu menyamai capaian kedua film itu, target balik modal dari kesepakatan hak edar ini masih berada dalam jangkauan, meski tidak ada jaminan karena performa bioskop selalu bergantung pada sambutan penonton.
King disutradarai Siddharth Anand, sineas yang sebelumnya memberi Shah Rukh Khan film blockbuster pertamanya yang menembus 1.000 crore rupee lewat Pathaan. Film ini dijadwalkan rilis pada Natal tahun ini, dan statusnya sebagai film yang memegang rekor hak edar luar negeri tertinggi di India membuat penantiannya semakin besar. Perlu dicatat bahwa angka ini berasal dari laporan yang beredar dan belum merupakan pengumuman resmi dari studio, sehingga tetap perlu dibaca sebagai laporan, bukan konfirmasi final.
Bagi industri film India, kesepakatan ini juga menjadi penanda baru. Setelah film-film dari India Selatan menaklukkan pasar domestik lewat tawaran pan-India, King menunjukkan bahwa daya tarik Shah Rukh Khan di luar negeri tetap menjadi kekuatan tersendiri. Kini semua mata tertuju pada Natal tahun ini, ketika angka-angka di atas kertas itu diuji oleh penonton bioskop di seluruh dunia.
Apa poin penting dari berita ini?
- Menurut laporan yang beredar, hak edar luar negeri film King yang dibintangi Shah Rukh Khan diakuisisi Phars Films senilai 175 crore rupee, tertinggi dalam sejarah sinema India.
- Nilai itu dibayarkan sebagai minimum guarantee, dan belum ada film India yang mencapai angka 100 crore rupee untuk hak edar luar negeri sebelumnya.
- Karena distributor luar negeri biasanya hanya menerima sekitar 50 persen pendapatan kotor, King harus meraup sekitar 37 hingga 40 juta dolar Amerika di luar negeri agar balik modal.
- King disutradarai Siddharth Anand yang sebelumnya mengarahkan Pathaan, dan dijadwalkan rilis pada Natal tahun ini, sementara angka kesepakatan ini masih berstatus laporan, bukan pengumuman resmi studio.


