Saturday, 31 October 2026
Nasional

Gagal Raih Mayoritas, Netanyahu Bergantung pada Koalisi dan Partai Arab

Benjamin Netanyahu bersama Gadi Eisenkot

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu unggul dalam pemilu Israel yang digelar pada Selasa (27/10/2026), tetapi tetap gagal mengamankan ambang batas mayoritas suara untuk membentuk pemerintahan. Hasil itu membuat langkah politik Netanyahu berikutnya sangat bergantung pada kemampuannya membangun koalisi.

Hasil penghitungan suara menunjukkan baik kubu Netanyahu maupun blok rival terberatnya, yang dipimpin mantan panglima militer Gadi Eisenkot bersama partainya, tidak ada satu pun yang memperoleh suara mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Per Kamis (29/10/2026), dengan lebih dari 99 persen suara telah dihitung, tidak ada blok yang berhasil mengamankan 61 kursi, ambang batas yang dibutuhkan di parlemen Israel, Knesset.

Blok Netanyahu mengamankan 53 kursi di Knesset, sedangkan blok Eisenkot mendapat 48 kursi. Sementara itu, partai-partai Arab memegang 19 kursi, jumlah yang belum pernah diperoleh sebelumnya. Posisi ini membuat partai-partai Arab berpotensi menjadi penentu arah pembentukan pemerintahan Israel berikutnya.

Pemilu pada Selasa (27/10) ini merupakan pemilu pertama sejak serangan kelompok milisi Hamas pada 7 Oktober 2023 dan dimulainya agresi ke Jalur Gaza. Serangan yang menewaskan 1.200 warga Israel itu memicu kritik terhadap kegagalan sistem keamanan Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu. Namun, Netanyahu tetap berhasil mengumpulkan dukungan mayoritas pemilih Yahudi Israel dan membawa blok politiknya menjadi kekuatan terbesar dalam pemilu kali ini.

Mantan penasihat Netanyahu, Aviv Bushinsky, menilai hasil pemilu tetap menunjukkan keberhasilan politik sang petahana meskipun gagal meraih suara mayoritas. Ia menggambarkan hasil tersebut sebagai kebangkitan politik Netanyahu, dan menilai kegagalan memperoleh mayoritas parlemen justru dapat memperkuat kembali dominasinya dalam politik Israel.

Analis regional sekaligus mantan perwira intelijen militer Israel, Danny Citrinowicz, menilai pencapaian terbesar Netanyahu bukan sekadar memenangkan pemilu, melainkan berhasil mempertahankan kekuasannya yang hampir menyentuh dua dekade di tengah berbagai tekanan politik dalam dan luar negeri. Blok Netanyahu memang kehilangan sejumlah kursi dan gagal mencapai ambang mayoritas, tetapi kubu oposisi juga menghadapi kesulitan untuk membentuk pemerintahan tanpa dukungan partai-partai Arab.

Sementara proses pembentukan pemerintahan berjalan, Netanyahu akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga Presiden Israel menentukan siapa yang mendapat mandat untuk membentuk pemerintahan baru. Meskipun belum memiliki suara mayoritas parlemen, posisi Netanyahu memberinya keuntungan dalam proses pembentukan koalisi baru.

Salah satu catatan bersejarah dalam pemilu kali ini adalah meningkatnya partisipasi pemilih warga Arab di Israel. Warga Arab di Israel merupakan kelompok masyarakat keturunan Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel dan mencakup sekitar 21 persen dari total populasi Israel. Jumlah suara dari kelompok ini yang tertinggi dalam sejarah membuat partai-partai Arab berpotensi memegang peran penting dalam menentukan siapa yang akan memimpin pemerintahan berikutnya.

Mantan negosiator perdamaian Timur Tengah Amerika Serikat, Dennis Ross, menilai hasil pemilu kali ini memberikan pengaruh politik yang belum pernah dimiliki partai-partai Arab sebelumnya. Dengan demikian, pembentukan pemerintahan Israel berikutnya tidak hanya ditentukan oleh dua blok besar, tetapi juga oleh sikap partai-partai Arab yang kini memegang kunci keseimbangan di Knesset.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Benjamin Netanyahu unggul dalam pemilu Israel pada 27 Oktober 2026, tetapi gagal mengamankan ambang batas 61 kursi untuk membentuk pemerintahan.
  • Blok Netanyahu meraih 53 kursi, blok Gadi Eisenkot 48 kursi, sedangkan partai-partai Arab memegang 19 kursi.
  • Partai-partai Arab berpotensi menjadi penentu arah pembentukan pemerintahan Israel berikutnya.
  • Netanyahu tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga Presiden Israel memberi mandat pembentukan pemerintahan baru.
  • Pemilu ini merupakan yang pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dan partisipasi pemilih Arab mencapai rekor tertinggi.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *