Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,61 persen sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penilaian itu menjadi sorotan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, ketika kabar mengenai capaian ekonomi tersebut beredar di tengah perhatian publik terhadap daya beli dan kesejahteraan pekerja.
Dalam penilaiannya, Syahganda menyebut pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen sebagai salah satu tanda bahwa roda perekonomian bergerak ke arah yang positif. Angka pertumbuhan semacam ini umumnya dibaca sebagai gambaran aktivitas ekonomi yang meluas, mulai dari produksi, perdagangan, hingga konsumsi masyarakat yang tetap berjalan.
Selain pertumbuhan, Syahganda juga menyoroti kesejahteraan masyarakat yang dinilainya meningkat. Kesejahteraan dalam konteks ini tidak hanya diukur dari satu angka, melainkan dari sejauh mana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, memperoleh pekerjaan yang layak, dan merasakan perbaikan taraf hidup dari waktu ke waktu.
Salah satu hal yang disebut ikut membaik adalah gaji buruh yang mengalami kenaikan. Bagi pekerja, kenaikan upah memiliki arti yang sangat langsung, karena berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga, membayar biaya pendidikan anak, serta menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan dan kebutuhan mendesak.
Kenaikan gaji buruh juga sering dikaitkan dengan daya beli masyarakat. Ketika upah naik dan harga kebutuhan pokok relatif terjaga, pekerja memiliki ruang yang lebih besar untuk berbelanja dan menggerakkan usaha kecil di sekitar tempat tinggal mereka. Dampak berantai semacam ini kerap menjadi alasan mengapa isu upah selalu mendapat perhatian luas.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi dan kenaikan upah tetap perlu dibaca bersama dengan kondisi di lapangan. Pertumbuhan yang tinggi akan terasa manfaatnya secara lebih merata apabila lapangan kerja tersedia, kesempatan usaha terbuka, dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ke depan, tantangan pemerintah adalah menjaga momentum pertumbuhan tersebut agar berkelanjutan. Konsistensi kebijakan, perlindungan bagi pekerja, serta pemerataan pembangunan menjadi faktor yang menentukan apakah capaian ekonomi ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya tercatat dalam angka pertumbuhan semata.
Apa poin penting dari berita ini?
- Kepala Bakom Syahganda Nainggolan menilai pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,61 persen.
- Kesejahteraan masyarakat dinilai meningkat seiring dengan gerak perekonomian yang positif.
- Gaji buruh disebut mengalami kenaikan, yang berdampak langsung pada daya beli pekerja.
- Pertumbuhan ekonomi perlu dibarengi lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok yang terjangkau.
- Tantangan ke depan adalah menjaga momentum pertumbuhan agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas.


