Wednesday, 28 October 2026
Pendidikan

MUI Nilai Film Buya Hamka Jadi Tuntunan Moral bagi Generasi Muda

Keluarga besar MUI menghadiri pemutaran perdana film Buya Hamka di Jakarta

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai film biografi Buya Hamka: Awal Mula (Vol. 3) dapat menjadi sarana pendidikan moral bagi generasi muda. Film itu dipandang bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang menghadirkan keteladanan seorang ulama, sastrawan, pemimpin, ayah, sekaligus guru.

Penilaian itu disampaikan usai pemutaran perdana film tersebut bersama keluarga besar MUI di Plaza Senayan XXI, Studio 2, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menyebut kisah hidup Buya Hamka dalam film itu dapat menjadi tuntunan, terutama bagi generasi muda dalam membentuk karakter.

Menurut Amirsyah, keistimewaan pertama film ini terletak pada proses pembentukan karakter Buya Hamka yang tidak terlepas dari peran keluarga dan lingkungan masyarakat. Dukungan ayah, ibu, serta masyarakat membentuk pribadi Buya Hamka menjadi sosok yang tangguh, ulet, dan memiliki semangat perjuangan.

Keistimewaan kedua, menurut Amirsyah, adalah pelajaran bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk membangun karakter yang kuat. Buya Hamka tumbuh dalam kondisi serba kekurangan, namun pengalaman itu justru menjadi bagian penting dari proses pembentukan tokoh yang kemudian memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak generasi muda menjadikan Buya Hamka sebagai salah satu teladan dalam membentuk kepribadian.

Aktor Donny Damara, yang memerankan Dr. Haji Abdul Karim Amrullah atau Haji Rasul, ayah Buya Hamka, berharap film ini menghidupkan kembali nilai adab kepada orang tua. Ia menyoroti pola asuh Haji Rasul terhadap putranya, terutama dalam menanamkan adab dan sikap hormat kepada orang yang lebih tua, nilai yang menurutnya mulai terabaikan di tengah masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Seni Budaya, Erick Yusuf, menilai film tersebut menghadirkan keteladanan yang relevan di tengah krisis keteladanan, karakter, dan kepemimpinan. Ia mengajak masyarakat menyaksikan film itu dan mengadakan nonton bersama, agar semakin banyak masyarakat mengenal tokoh-tokoh nasional melalui karya perfilman.

Mengapa film biografi seperti ini dinilai penting untuk pendidikan? Generasi muda membutuhkan figur teladan yang nyata, bukan hanya nasihat. Melalui kisah masa muda Buya Hamka, penonton diajak melihat proses panjang pembentukan karakter: perselisihan dengan sang ayah, keberanian merantau ke Mekkah dengan usahanya sendiri, hingga tekad berkontribusi bagi perkembangan Islam di Indonesia.

Film yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026 ini merupakan produksi kolaborasi MUI, Starvision, dan Falcon Pictures, dengan Vino G. Bastian kembali memerankan Buya Hamka. Penggarapannya disebut telah mendapatkan arahan dan pengawasan MUI, termasuk dalam aspek nilai yang disampaikan kepada penonton.

Apa poin penting dari berita ini?

  • MUI menilai film Buya Hamka: Awal Mula (Vol. 3) dapat menjadi sarana pendidikan moral generasi muda.
  • Pemutaran perdana bersama keluarga besar MUI digelar di Plaza Senayan XXI pada Rabu, 28 Oktober 2026.
  • Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyebut film itu tuntunan, bukan sekadar tontonan.
  • Donny Damara berharap film ini menghidupkan kembali nilai adab kepada orang tua.
  • Film dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *