Thursday, 29 October 2026
Ekonomi

KUR Tembus Rp262 Triliun untuk Lebih 4 Juta Debitur hingga 26 Oktober 2026

Menteri UMKM Maman Abdurrahman memberi keterangan soal penyaluran KUR

Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp262 triliun kepada lebih dari empat juta debitur hingga 26 Oktober 2026. Capaian itu disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam acara International Fora for Kredit Program Pemerintah di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

“Dalam konteks pembiayaan Kredit Usaha Rakyat, masih menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk memperluas akses modal produktif,” kata Maman dalam sambutannya. Program ini diarahkan untuk memperluas akses permodalan produktif bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Dari total debitur tersebut, jumlah debitur baru mencapai sekitar 1,6 juta orang atau 118 persen dari target. Sementara itu, debitur yang berhasil mengalami graduasi atau naik kelas tercatat sekitar 700 ribu orang, setara dengan 64 persen dari target yang ditetapkan.

Menurut Maman, capaian tersebut menunjukkan bahwa penyaluran KUR tidak hanya diarahkan untuk memperluas jangkauan penerima pembiayaan, tetapi juga mendorong perkembangan usaha agar mampu tumbuh ke tingkat yang lebih tinggi. Ukuran keberhasilannya, kata dia, bukan sekadar besarnya dana yang tersalur.

“Keberhasilan kredit program pemerintah tidak hanya bisa diukur dari seberapa besar dana yang berhasil kita salurkan, tetapi harus dilihat dari seberapa besar dampak pembiayaan tersebut bagi para pengusaha mikro, kecil, dan menengah,” ujarnya.

Dari sisi sektor, penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 65,9 persen. Capaian itu memenuhi target yang ditugaskan kepada Kementerian UMKM pada 2026 melalui rapat komite pembiayaan. Capaian ini melanjutkan kinerja tahun sebelumnya, ketika realisasi penyaluran KUR ke sektor produksi mencapai 60,7 persen dan melampaui target sebesar 60 persen.

Meski demikian, Maman meminta agar target penyaluran KUR ke sektor produksi pada 2027 dipertahankan di kisaran 65 persen. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan peningkatan pembiayaan berjalan beriringan dengan kesiapan perbankan dan kualitas penyaluran kredit.

“Untuk tahun 2027 kita coba maintain dulu di 65, karena jangan sampai ini didorong lagi ke 70,” kata Maman. Alasannya, pemerintah ingin melihat konsistensi sistem yang telah dibangun dalam mendorong pembiayaan ke sektor produksi sebelum menetapkan target yang lebih tinggi.

Maman menegaskan perluasan akses pembiayaan harus disertai upaya menjaga kepercayaan lembaga keuangan. Dengan begitu, program KUR dapat terus mendukung pertumbuhan usaha sekaligus menjaga kualitas kredit yang disalurkan, sehingga manfaatnya berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Penyaluran KUR mencapai Rp262 triliun kepada lebih dari empat juta debitur hingga 26 Oktober 2026.
  • Debitur baru sekitar 1,6 juta orang atau 118 persen dari target, sedangkan debitur yang naik kelas sekitar 700 ribu orang atau 64 persen dari target.
  • Penyaluran KUR ke sektor produksi mencapai 65,9 persen, memenuhi target 2026, melanjutkan capaian 60,7 persen pada tahun sebelumnya yang melampaui target 60 persen.
  • Target sektor produksi pada 2027 dipertahankan di kisaran 65 persen, tidak didorong ke 70 persen, demi konsistensi sistem, kesiapan perbankan, dan kualitas kredit.
  • Maman menegaskan keberhasilan kredit program diukur dari dampaknya bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah, bukan sekadar besarnya dana yang tersalur.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *