Thursday, 29 October 2026
Olahraga

Dilantik Jadi Ketum Akuatik DKI, Ade Jona Bidik Juara Umum Lagi di PON 2028

Ketua Umum Akuatik Indonesia DKI Jakarta Ade Jona Prasetyo saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta

Kepengurusan Akuatik Indonesia DKI Jakarta periode 2026-2030 di bawah kepemimpinan Ade Jona Prasetyo resmi dilantik pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ketua umum baru itu langsung memasang target besar untuk Pekan Olahraga Nasional 2028: mempertahankan raihan medali, mempertahankan gelar juara umum, dan meningkatkan perolehan medali emas.

Ade Jona ditemui di Balai Kota DKI Jakarta pada hari pelantikan tersebut. Ia menyampaikan pembinaan atlet menuju PON 2028 akan difokuskan pada penguatan mental, agar para atlet tampil sebagai petarung saat bertanding. Pembinaan dilakukan dengan berbagai pendekatan dan menyasar beragam kelompok atlet, sehingga peluang kejutan dari atlet yang dipersiapkan tetap terbuka.

Target itu berpijak pada capaian sebelumnya. Pada PON 2024, DKI Jakarta tampil dominan dan keluar sebagai juara umum dengan 15 medali emas, 11 perak, dan 12 perunggu. Capaian itu meningkat dibandingkan PON 2020 di Papua, ketika kontingen ibu kota meraih sembilan medali emas.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Akuatik DKI Jakarta, Wisnu Wardhana, menegaskan fokus pengurus adalah mempertahankan prestasi tersebut pada PON mendatang. Persiapan dimatangkan dengan mengirim sejumlah perenang untuk uji coba ke luar negeri. Sebagian atlet DKI Jakarta sudah menjalani latihan di luar negeri, dan atlet lain sedang dibina untuk mengikuti lebih banyak uji coba internasional.

Sejumlah nama menjadi andalan dalam persiapan itu. Joe Aditya Wijaya Kurniawan disebut sebagai atlet tersukses, dengan tujuh medali emas, medali emas SEA Games 2025, dan rekor nasional nomor 200 meter gaya bebas atas catatan waktu 1 menit 50,35 detik. Perenang muda Adelia Chantika Aulia yang baru berusia 13 tahun mengoleksi empat medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu, serta memecahkan beberapa rekor nasional.

Dari cabang beregu, tim polo air putra DKI Jakarta meraih medali emas tanpa terkalahkan dalam empat pertandingan dan mengumpulkan 12 poin. Mereka mengalahkan Jambi 12-5, melumat Sumatera Selatan 30-0, menang atas DI Yogyakarta 23-4, dan menundukkan Jawa Barat pada laga final. Sementara itu, pasangan loncat indah Trianggoro Putra dan Adityo Restu Putra menjadi yang terbaik pada nomor sinkronisasi papan 3 meter putra dengan total nilai 329,88.

Dengan fondasi juara umum PON 2024 dan deretan atlet berprestasi, pengurus baru Akuatik DKI Jakarta menatap PON 2028 dengan ambisi yang jelas: tetap di puncak, dengan emas yang lebih banyak.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kepengurusan Akuatik Indonesia DKI Jakarta periode 2026-2030 di bawah Ade Jona Prasetyo resmi dilantik pada Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Target PON 2028: mempertahankan raihan medali, mempertahankan gelar juara umum, dan meningkatkan medali emas.
  • DKI Jakarta juara umum PON 2024 dengan 15 emas, 11 perak, dan 12 perunggu, meningkat dari sembilan emas pada PON 2020.
  • Pembinaan difokuskan pada penguatan mental atlet dan uji coba internasional.
  • Andalan DKI antara lain Joe Aditya Wijaya Kurniawan, Adelia Chantika Aulia, tim polo air putra, dan pasangan loncat indah Trianggoro-Adityo.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *