Wednesday, 28 October 2026
Nasional

Stasiun Manggarai Ditargetkan Layani Kereta Jarak Jauh pada Akhir 2027

Suasana Stasiun Manggarai saat jam sibuk

Kementerian Perhubungan menargetkan Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan dapat melayani naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh pada akhir 2027. Target itu seiring dengan pengembangan fasilitas stasiun yang saat ini terus dikerjakan secara bertahap.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Denny Michels Adlan, menyampaikan target tersebut dalam media briefing bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Jakarta Pusat, Senin, 26 Oktober 2026. Ia menjelaskan, pengembangan Manggarai merupakan bagian dari dukungan terhadap proyek jalur dwiganda atau Double-Double Track (DDT) di Jakarta.

Mengapa Manggarai disiapkan untuk kereta jarak jauh? Selama ini, Stasiun Manggarai dikenal sebagai titik transit utama kereta rel listrik (KRL) dan commuter line. Dengan kapasitas jalur yang terus ditingkatkan, stasiun ini dipersiapkan agar dapat menampung layanan tambahan, yakni penumpang kereta api jarak jauh yang naik dan turun di sana, sehingga beban stasiun-stasiun jarak jauh yang ada dapat terbagi.

Bagaimana tahap pengerjaannya? Denny menjelaskan, pembangunan fasilitas di Manggarai telah menyelesaikan fase pertama. Fase kedua yang dilanjutkan hingga akhir 2027 mencakup pembangunan fasilitas naik dan turun penumpang, sejumlah jembatan, serta penataan jalur kereta yang dibutuhkan untuk mendukung operasional kereta jarak jauh maupun KRL.

Selain pembangunan fisik stasiun, pemerintah juga melanjutkan pembahasan proyek DDT bersama Japan International Cooperation Agency (JICA), lembaga yang mendukung proyek tersebut melalui pinjaman. Pembahasan masih berfokus pada penentuan ruang lingkup pekerjaan, dan diskusi lanjutan dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya.

Proyek DDT sendiri diharapkan meningkatkan kapasitas jalur kereta api di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Dengan jalur yang lebih banyak, perjalanan kereta dapat diatur lebih leluasa, antrean perjalanan berkurang, dan potensi keterlambatan akibat kepadatan jalur dapat ditekan.

Bagi penumpang, perubahan ini berarti pilihan yang lebih luas di masa depan. Penumpang dari arah selatan Jakarta dan sekitarnya tidak lagi selalu harus menuju stasiun jarak jauh yang selama ini melayani keberangkatan, melainkan dapat memanfaatkan Manggarai sebagai titik naik dan turun setelah fasilitasnya rampung.

Meski demikian, target akhir 2027 masih bergantung pada kelancaran fase kedua dan penyelesaian pembahasan ruang lingkup DDT bersama JICA. Pemerintah menekankan bahwa pembangunan fasilitas penumpang menjadi fokus utama agar stasiun benar-benar siap sebelum layanan jarak jauh dibuka.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kemenhub menargetkan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, melayani naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh pada akhir 2027.
  • Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Denny Michels Adlan, menyampaikan target itu dalam media briefing di Jakarta Pusat, Senin, 26 Oktober 2026.
  • Fase pertama pembangunan sudah selesai; fase kedua mencakup fasilitas penumpang, jembatan, dan jalur kereta.
  • Pengembangan Manggarai merupakan bagian dari dukungan terhadap proyek jalur dwiganda (Double-Double Track) di Jakarta.
  • Pembahasan ruang lingkup proyek DDT bersama JICA masih berlangsung dan menjadi penentu kelancaran target.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *