Wednesday, 28 October 2026
Politik

Dedi Mulyadi Dorong Pilkades Digital di Seluruh Desa Jawa Barat

Warga mengikuti pemilihan kepala desa secara digital

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong penerapan pemilihan kepala desa (pilkades) secara elektronik di seluruh desa di Jawa Barat. Dorongan itu ia sampaikan saat meninjau pelaksanaan Pilkades Digital di TPS 01, Kantor Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu, 28 Oktober 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperluas penerapan pilkades berbasis digital pada 2026. Sebanyak 565 desa di enam kabupaten menjadi sasaran pelaksanaan Pilkades Digital atau Pilkades ElDigi dengan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting. Keenam kabupaten itu meliputi Bekasi, Cianjur, Sumedang, Karawang, Subang, dan Ciamis.

Mengapa e-voting didorong? Menurut Dedi, sistem elektronik membuat demokrasi desa menjadi lebih cepat, murah, dan efisien. Hasil pemilihan dapat diketahui setelah pemungutan suara berakhir dan bilik suara ditutup, tanpa menunggu penghitungan surat suara manual yang membutuhkan waktu lebih lama. Pemerintah juga tidak lagi perlu mengeluarkan biaya besar untuk mencetak surat suara.

Alasan lain yang ditekankan Dedi adalah meminimalkan potensi kecurangan. Dalam mekanisme konvensional, persoalan teknis seperti surat suara yang rusak hingga kesalahan pencoblosan yang menyebabkan suara tidak sah masih sering terjadi. Dengan sistem digital, risiko-risiko tersebut diharapkan dapat ditekan.

Bagaimana pelaksanaannya disiapkan? Gubernur Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 143/PMD.01/DPM-Desa tentang Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa Serentak secara Elektronik/Digital. Surat edaran itu mengatur persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pilkades digital, termasuk administrasi, pemutakhiran data pemilih, sosialisasi, serta pelatihan dan simulasi sebelum hari pencoblosan.

Dedi mengakui, keberhasilan pilkades digital tidak hanya ditentukan oleh jaringan internet yang merata di desa. Peningkatan literasi digital masyarakat desa juga menjadi syarat penting, karena sistem ini relatif baru di Jawa Barat bahkan di Indonesia. Karena itu, pemahaman masyarakat harus ditingkatkan dalam tahapan pra-pilkades.

Dalam kunjungannya ke Sumedang, Dedi menegaskan target jangka panjangnya dengan kalimat, “Ke depan, seluruh kegiatan proses pemilihan kepala desa di Jawa Barat semuanya nanti menggunakan perangkat digital.” Pernyataan itu menandai keseriusan pemerintah provinsi untuk menjadikan pilkades digital sebagai standar, bukan sekadar proyek percontohan.

Ke depan, tantangan terbesarnya adalah memastikan perangkat, jaringan, dan kesiapan petugas serta pemilih berjalan beriringan. Bila persiapan itu matang, pilkades digital berpotensi menjadi contoh bagaimana teknologi memperkuat demokrasi di tingkat desa tanpa mengorbankan kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pilkades elektronik diterapkan di seluruh desa di Jawa Barat.
  • Sebanyak 565 desa di enam kabupaten menjadi sasaran Pilkades Digital 2026: Bekasi, Cianjur, Sumedang, Karawang, Subang, dan Ciamis.
  • Dedi meninjau pelaksanaan Pilkades ElDigi di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu, 28 Oktober 2026.
  • E-voting diharapkan mempercepat penghitungan suara, mengurangi penggunaan kertas, menekan biaya, dan meminimalkan kecurangan.
  • Pelaksanaan diatur lewat Surat Edaran Nomor 143/PMD.01/DPM-Desa, dengan penekanan pada sosialisasi, pelatihan, simulasi, dan literasi digital warga.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *