Wednesday, 28 October 2026
Daerah

Pemkot Semarang Dorong Urban Farming di Lahan Terbatas, 199 Kelompok Sudah Terbentuk

Pemkot Semarang Dorong Urban Farming di Lahan Terbatas, 199 Kelompok Sudah Terbentuk

Pemerintah Kota Semarang mendorong warga mengembangkan urban farming atau pertanian perkotaan di lahan terbatas. Dorongan itu disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat panen di demplot ubi jalar di Jalan Payung Mas Raya, RW 12, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Semarang, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Panen tersebut merupakan panen ketiga sejak demplot dikembangkan, setelah dua panen sebelumnya. Capaian ini menunjukkan bahwa lahan terbatas di perkotaan tetap dapat menghasilkan panen secara berulang.

Caranya adalah memanfaatkan planter bag untuk menanam ubi jalar varietas Sumbawa dan Cilembu. Kelompok warga yang sudah ada dikembangkan melalui pendampingan, sehingga budidaya dapat berjalan berkelanjutan dan hasilnya semakin baik.

Mengapa urban farming didorong? Keterbatasan lahan di perkotaan tidak menutup peluang masyarakat untuk memproduksi pangan. Tujuannya adalah menjaga ketersediaan pangan, melakukan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal, dan memberi nilai tambah melalui pengolahan serta jejaring pasar.

Di Kota Semarang, tercatat 199 kelompok urban farming dan 105 kelompok tanaman pangan. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pertanian perkotaan sudah menjadi gerakan warga yang cukup luas, bukan sekadar kegiatan percontohan.

Hasil panen ubi jalar juga diolah menjadi keripik, tepung, kue, dan berbagai produk pangan lainnya. Dengan begitu, urban farming tidak hanya menghasilkan bahan pangan segar, tetapi juga membuka peluang usaha pengolahan bagi kelompok warga.

Bagaimana warga Semarang menanam ubi jalar di lahan perkotaan yang sempit?
Contoh di Kelurahan Pudakpayung memanfaatkan planter bag untuk menanam ubi jalar varietas Sumbawa dan Cilembu. Demplot di Jalan Payung Mas Raya, Kecamatan Banyumanik, telah menjalani panen ketiga. Kelompok warga memperoleh pendampingan agar budidaya dapat terus berlangsung.
Berapa jumlah kelompok urban farming yang tercatat di Kota Semarang?
Dalam laporan kegiatan 27 Oktober 2026, Kota Semarang mencatat 199 kelompok urban farming dan 105 kelompok tanaman pangan. Selain panen segar, ubi jalar dapat diolah menjadi keripik, tepung, atau kue untuk memberi nilai tambah bagi kelompok warga.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *