Mahasiswa program doktor administrasi publik Universitas Negeri Gorontalo meraih Young Scholars Award dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh International Association for Public Administration, atau IAPA. Kabar prestasi tersebut beredar pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Penghargaan bagi peneliti muda seperti Young Scholars Award pada umumnya diberikan kepada karya atau gagasan yang dinilai memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu administrasi publik. Ajang konferensi internasional menjadi ruang bagi para akademisi muda untuk mempresentasikan penelitian mereka di hadapan pakar dari berbagai negara.
Bagi mahasiswa doktor, capaian semacam ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik. Selain pengakuan atas kualitas penelitian, penghargaan tersebut juga membuka peluang jejaring akademik yang lebih luas serta kolaborasi penelitian di masa depan.
Prestasi ini juga membawa nama baik bagi Universitas Negeri Gorontalo. Ketika mahasiswanya meraih penghargaan di forum internasional, hal itu mencerminkan kualitas pembinaan akademik dan riset yang berjalan di kampus tersebut.
Bidang administrasi publik sendiri memiliki peran strategis dalam tata kelola pemerintahan. Penelitian di bidang ini dapat memberikan masukan bagi perbaikan pelayanan publik, reformasi birokrasi, serta pengambilan kebijakan yang berbasis bukti.
Penerimanya adalah Ichsan Budiman Wantogia, mahasiswa program doktor administrasi publik Universitas Negeri Gorontalo. Penghargaan itu diraih dalam IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026, dan diterima di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.
Karya yang dipresentasikan membahas penyelesaian konflik sosial di kawasan pertambangan emas dalam wilayah konsesi PT Gorontalo Minerals di Bone Bolango, dari sudut pandang tata kelola kolaboratif. Pendekatan tersebut menekankan dialog, komunikasi, kepercayaan, dan partisipasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan. Karya itu ditulis bersama Rauf A Hatu, Yanti Aneta, dan Udin Hamim.
Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UNG, Dr Yanti Aneta, menyampaikan harapan agar capaian ini memotivasi mahasiswa doktor lainnya dan memperkuat budaya riset serta publikasi di lingkungan program studi.
Terlepas dari itu, raihan Young Scholars Award ini patut diapresiasi sebagai bukti bahwa akademisi muda Indonesia mampu bersaing di forum internasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama institusi serta daerahnya.


