Wednesday, 28 October 2026
Prestasi

Di Tengah Hujan Tokyo, Film Desember Jani Tampil di Karpet Merah TIFF 2026

Di Tengah Hujan Tokyo, Film Desember Jani Tampil di Karpet Merah TIFF 2026

Di tengah hujan yang mengguyur Tokyo, Jepang, produser, sutradara, dan para pemain film “Desember Jani” (Jani Be Good) menghadiri acara karpet merah Tokyo International Film Festival 2026 pada Senin, 26 Oktober waktu setempat, dengan ceria sambil berpose bersama.

Film ini masuk dalam program Asian Future, program yang bertujuan mendukung sineas muda dan berkembang di Asia, dengan peluang meraih penghargaan Asian Future Best Film Award. Festival film tersebut berlangsung dari 26 Oktober hingga 4 November 2026.

Produser Meiske Taurisia, sutradara Ariani Darmawan, serta para pemain Sigi Wimala, Chempa Puteri, Tutie Kirana, dan Hyori Mika hadir dalam acara tersebut. Sutradara Ariani Darmawan mengaku senang dan bersemangat filmnya bisa diputar di Jepang, dan penasaran dengan komentar para penonton. Tutie Kirana yang berperan sebagai Oma menimpali dengan yakin bahwa penonton pasti menyukainya. Ini merupakan kedua kalinya Tutie Kirana menghadiri Tokyo International Film Festival; sepuluh tahun lalu ia hadir berkat film “About a Woman”.

Chempa Puteri yang berperan sebagai Jani mengaku sangat gugup karena ini pertama kalinya ia berada di TIFF, sekaligus bersyukur dan merasa terhormat bisa hadir bersama keluarganya dalam acara tersebut. Hyori Mika yang berperan sebagai Julia dan baru pertama kali menghadiri festival film Tokyo menggambarkan suasana itu seperti perjalanan bersama para perempuan, layaknya sedang syuting lagi. Sementara Sigi Wimala yang berperan sebagai Winnie mengaku senang mendukung film panjang pertama Ariani Darmawan setelah film-film pendek seperti “Sugiharto Halim”, dan berharap kehadiran “Jani Be Good” di TIFF membuka peluang kompetisi dan kemenangan.

“Desember Jani” berkisah tentang Jani (Chempa Puteri), anak berusia 13 tahun yang menanti kakaknya, Julia (Hyori Mika), pulang ke rumah setelah Julia pergi tanpa pamit. Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), seorang ibu tunggal yang terus bekerja sebagai tulang punggung keluarga sambil memendam rasa bersalah. Jani menemukan penghiburan dari Oma (Tutie Kirana) yang berjualan lumpia setiap hari. Jani menyimpan rahasia: ia sebenarnya tahu Julia baik-baik saja dan masih diam-diam berkomunikasi dengannya. Selama empat hari di bulan Desember, pilihan-pilihan Jani membawa empat perempuan dalam keluarga itu pada percakapan-percakapan yang selama ini mereka hindari.

Produser Meiske Taurisia menilai kompetisi Asian Future adalah ruang kurasi bergengsi bagi sutradara baru dengan visi sinematik yang kuat di Asia. Kehadiran “Desember Jani” di panggung ini, katanya, mengukuhkan bahwa narasi lokal yang jujur dan menyentuh memiliki daya pikat universal, dan menjadi langkah awal yang indah sebelum film ini pulang menemui penontonnya di Indonesia.

“Desember Jani” tayang perdana di TIFF pada 27 Oktober 2026 pukul 17.10 waktu setempat dan dijadwalkan diputar lagi pada 29 Oktober 2026 pukul 13.30 waktu setempat. Film ini dijadwalkan rilis di Indonesia mulai 10 Desember 2026, menambah daftar film Palari Films yang masuk festival internasional setelah “Monster Pabrik Rambut” tampil di Berlinale 2026.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *