PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meyakini rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan tetap solid hingga akhir 2026, meski membagikan dividen interim setiap kuartal pada tahun ini. Keyakinan itu disampaikan Direktur BCA Vera Eve Lim dalam konferensi pers kinerja kuartal III 2026 di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.
Per September 2026, CAR BCA tercatat 27,51 persen. Perseroan memproyeksikan CAR pada akhir tahun berada di kisaran 27 persen, tepatnya sekitar 27,4 persen, tidak jauh berbeda dari posisi September.
“Saya melihat proyeksi kami akhir tahun, CAR di kisaran tidak jauh berbeda, di 27,4 persen,” kata Vera.
Pertumbuhan laba menjadi penopang utama permodalan tersebut. Modal yang kuat itu juga dinilai memberi ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Kinerja BCA hingga September 2026 menunjukkan kredit produktif mencapai Rp831 triliun, tumbuh 17,2 persen secara tahunan. Kredit korporasi tumbuh 20,9 persen, kredit komersial 7,8 persen, dan kredit UKM 15,4 persen.
Di sisi pendanaan, dana murah atau CASA tumbuh 10,4 persen secara tahunan menjadi Rp1.103 triliun, dengan giro naik 14,9 persen dan tabungan naik 7,4 persen. Total dana pihak ketiga tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi Rp1.301 triliun. Margin bunga bersih atau NIM juga naik dari 5,32 persen pada kuartal II 2026 menjadi 5,41 persen pada kuartal III 2026.
Dividen interim sendiri sudah dibayarkan dua kali, yakni pada 26 Juni 2026 dan 16 September 2026. Sesuai keterbukaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026, direksi dengan persetujuan dewan komisaris dan bila kondisi keuangan memungkinkan dapat membayarkan dividen interim hingga tiga kali pada 2026, yang direncanakan setiap kuartal.
Seluruh dividen interim 2026 akan diperhitungkan ke dalam dividen final tahun buku 2026, yang dibayarkan setelah mendapat persetujuan RUPST pada 2027. Kemungkinan dividen interim ketiga masih terbuka bila kondisinya memungkinkan.


