PARAPAT — Gelaran perdana Tarik Tombur Toba di Pantai Atsari, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, sukses menarik hampir 2.000 pengunjung. Acara sehari penuh pada Sabtu, 24 Oktober 2026 itu diharapkan menjadi pemicu baru bagi perputaran ekonomi Parapat dan kawasan Danau Toba.
Pemrakarsa kegiatan, Bane Raja Manalu, menyampaikan panitia mencatat kunjungan hampir mencapai 2.000 orang. Ia berharap angka itu tidak berhenti sebagai keramaian sesaat, melainkan berlanjut menjadi kunjungan wisata yang menggerakkan usaha masyarakat di sekitar Danau Toba.
Bane yang juga anggota Komisi VII DPR RI mengajak berbagai pihak berkolaborasi membangkitkan pariwisata Parapat dan kawasan Danau Toba lainnya. Menurutnya, kebangkitan pariwisata dapat menjadi mesin penggerak perekonomian masyarakat, dan ia menargetkan gelaran yang lebih besar pada tahun berikutnya.
Rangkaian acara dibuka dengan lomba memancing di Danau Toba, dilanjutkan pentas seni dan lomba tor-tor, lomba memasak dan membuat sambal tombur, hingga ditutup hiburan musik yang menampilkan musisi Sumatra Utara. Perpaduan kuliner, seni, dan hiburan itu menjadi daya tarik utama edisi perdana ini.
Kegiatan ini didukung Kementerian Pariwisata, Injourney, Kementerian Ekonomi Kreatif, Marcopolo, Anker Pilsener, PTPN IV, Cari Kawan, BK Polos, dan Marabit. Dukungan lintas lembaga dan sponsor tersebut menunjukkan Tarik Tombur Toba diposisikan sebagai agenda wisata, bukan sekadar acara komunitas.
Bagi Parapat, kunjungan ribuan orang dalam satu hari memberi sinyal bahwa Danau Toba masih memiliki daya tarik kuat bila dikemas dengan acara yang menyentuh kuliner dan budaya lokal. Tantangan berikutnya adalah menjaga kunjungan itu berlanjut di luar momentum acara, sehingga perputaran ekonomi yang diharapkan benar-benar dirasakan warga.
Sumber: JPNN, “Sukses Dihadiri 2.000 Orang, Tarik Tombur Toba Putar Perekonomian Parapat”, https://www.jpnn.com/news/sukses-dihadiri-2000-orang-tarik-tombur-toba-putar-perekonomian-parapat


