Pemerintah Kota Surabaya memperingati Bulan Bakti Karang Taruna ke-66 dengan serangkaian kegiatan sosial. Peringatan ini diharapkan membuat para pemuda terus bergerak dalam kegiatan positif dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Dinas Sosial Kota Surabaya menggelar sejumlah kegiatan dalam peringatan tersebut, antara lain doa bersama, pembangunan jamban, dan pengecatan Taman Makam Pahlawan. Kegiatan itu menjadi wujud peran Karang Taruna dalam kerja-kerja sosial di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan peran strategis Karang Taruna di masyarakat. Organisasi kepemudaan ini mendampingi masyarakat, terutama dalam urusan kesejahteraan sosial, termasuk saat musyawarah kelurahan. Ia berharap Bulan Bakti mendorong pemuda lebih produktif dalam program kesejahteraan sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Antiek juga mengajak Karang Taruna menghidupkan semboyan Muda Bisa, yakni pemuda yang mampu berkontribusi bagi Surabaya di berbagai sektor dengan tetap menjaga semangat. Semboyan itu diharapkan bukan sekadar slogan, melainkan tercermin dalam kegiatan nyata di lapangan.
Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, Febryan Kiswanto, memiliki harapan serupa dari sisi pembinaan. Ia ingin mengembangkan pemuda hingga ke tingkat akar rumput, mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga RT-RW. Pembinaan itu diarahkan agar pemuda mandiri, memiliki jiwa melayani, dan berjiwa wirausaha melalui dana Gen Z.
Melalui Bulan Bakti ke-66 ini, Pemkot Surabaya menegaskan bahwa pemuda bukan hanya penerima program, melainkan penggerak perubahan di lingkungannya. Kegiatan sederhana seperti membangun jamban dan merawat makam pahlawan menjadi bukti bahwa kontribusi pemuda dapat dirasakan langsung oleh warga.


