KLATEN — Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mendorong perluasan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai bagian dari upaya menyukseskan program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun. Upaya itu diperkuat lewat sosialisasi implementasi Wajar 13 Tahun yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Jumat (23/10).
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program. Pesertanya beragam, mulai dari koordinator wilayah pendidikan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD, paguyuban kepala desa, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), hingga Bunda PAUD desa se-Kabupaten Klaten.
Kepala Disdik Klaten, Agus Setyawan Prasetyoko, menjelaskan pelaksanaan Wajar 13 Tahun mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Dalam kebijakan itu, Wajar 13 Tahun menjadi salah satu prioritas nasional, termasuk melalui penguatan pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar.
Logikanya sederhana: anak yang mendapat layanan prasekolah yang baik akan lebih siap memasuki sekolah dasar, baik dari sisi kesiapan belajar maupun sosial. Karena itu, Klaten tidak hanya mengandalkan sekolah formal, tetapi juga jaringan PAUD desa dan organisasi pendidik anak usia dini.
“Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan PAUD sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Klaten,” kata Agus dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (25/10).
Data Disdik Klaten menunjukkan pekerjaan rumah yang masih besar. Saat ini terdapat 1.407 satuan PAUD di wilayah tersebut. Dari perkiraan sasaran sekitar 35.000 lebih anak pada 2026, sebanyak 30.990 anak telah mendapatkan layanan pendidikan, sedangkan 4.369 anak lainnya belum terlayani.
Selisih 4.369 anak inilah yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Perluasan jangkauan pendidikan prasekolah — termasuk menjangkau desa-desa yang layanannya masih terbatas — menjadi kunci agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar sejak dini.
Ke depan, keberhasilan Wajar 13 Tahun di Klaten akan diukur bukan hanya dari sosialisasi yang digelar, tetapi dari berkurangnya jumlah anak yang belum terlayani PAUD dan meningkatnya kualitas layanan di 1.407 satuan PAUD yang sudah ada.
Sumber: CNN Indonesia — https://www.cnnindonesia.com/nasional/20261025142555-25-1419429/klaten-gencarkan-sosialisasi-program-wajib-belajar-13-tahun


